“Kami telah menyiapkan posko kesehatan, posko bencana, dan dapur umum. Namun, beberapa warga masih belum bisa keluar dari lokasi terdampak. Ini merupakan langkah antisipasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan,” ujar Wakil Bupati kepada wartawan didampingi Kepala BPBD TTS, Yerry O. Nakamnanu, dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten TTS, Nikson Nomleni.
Pemerintah Kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, telah mempersiapkan segala kebutuhan, mulai dari logistik, tempat tidur, hingga dapur umum untuk melayani masyarakat yang telah dievakuasi. Selain itu, warga juga akan mendapatkan bantuan pakaian layak pakai.
“Pada prinsipnya, pemerintah hadir untuk memberikan kenyamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat terdampak bencana,” tambahnya.
Kepala Desa Kuatae, Parco P. Salem, saat dikonfirmasi secara terpisah, menjelaskan bahwa kronologi bencana alam yang terjadi di desanya berawal sejak Desember 2022.
“Kondisi alam ini mulai muncul retakan-retakan di tanah. Lalu pada 12 Maret 2023 lalu, akibat curah hujan yang tinggi, tanah di batas Kota Soe dan Kelurahan Soe, tepatnya di belakang BRI Soe, mulai bergeser sejauh 300 meter hingga mencapai rumah warga”, ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
