Sehingga untuk mendukung gerakan revolusi hijau yakni penanaman dan pemanfaatan kelor yang dicanangkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, pihaknya sedang mengembangkan alat pengering dan penepung kelor.
“Setelah kita kembangkan, kita akan melatih masyarakat di desa-desa menggunakan sarana tersebut untuk pengembangan potensi desa khususnya untuk memproduksi kelor dalam berbagai produk,” ungkapnya.
Selama ini pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan desa-desa yang memiliki inovasi di berbagai bidang termasuk bidang energi biogas dengan memanfaatkan kotoran ternak sapi.
Sementara itu, salah satu staf Balai Teknologi Tepat Guna Noelbaki, Ivon, kepada media ini mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini adalah kurangnya dukungan sarana dan prasarana untuk pengembangan produk-produk teknologi tepat guna.
“Gedung-gedung disini sudah rusak. Dan tidak bisa menampung berbagai produk teknologi tepat guna yang dihasilkan disini,” tukasnya.
Aset milik pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ini terletak di sisi kiri badan jalan Timor Raya. Selain letaknya strategis, balai ini bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah yang besar bagi pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur jika dimaksimalkan dengan baik oleh pemerintah. (Rbt)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
