100 Tahun Damkar Indonesia: Damkar Harus Mandiri..!!!


  • Bagikan
PENULIS: Prof. Dr. Manlian Ronald. A Simanjuntak, ST.MT.D.Min (Guru Besar Universitas Pelita Harapan) Jakarta, Flobamora-news.com – Semboyan Pemadam Kebakaran (Damkar) A. Panca Dharma Pemadam Kebakaran Indonesia

Apa kabar?! Jawab: Luar biasa…………!!!!! Siapa Kita? Jawab: Damkar, Damkar…!!!!! Bagaimana Situasi? Jawab: Siap siaga………….!!!!! Seruan di atas membakar semangat Satria Pemadam Kebakaran (Damkar) saat bertemu dan berjuang mencegah dan memadamkan api. Hal seruan di atas tertuang dalam Panca Dharma Pemadam Kebakaran:

  1. Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran
  2. Pemadam Kebakaran
  3. Penyelamatan Korban
  4. Pemberdayaan Masyarakat
  5. Penanganan Bahan Bahaya Beracun

B.Permasalahan Pertanyaan penting sebagai permasalahan yaitu: “Apa makna dan rekomendasi Pemadam Kebakaran RI harus mandiri?”

C.Pemadam Kebakaran Harus Mandiri 100 tahun sudah Institusi Pemadam Kebakaran melayani Indonesia, yang diperingati tepat 1 Maret 2019. Damkar (Pemadam Kebakaran) adalah institusi yang berlabelkan seragam biru dengan semangat “pantang pulang sebelum api padam”. Istilah Pemadam Kebakaran saat ini beragam model di berbagai provinsi, kabupaten, kota di Indonesia. Hingga saat ini, “Fire Safety” sebagai dasar pelayanan Pemadam Kebakaran Indonesia ternyata faktanya tidak mudah dilaksanakan oleh institusi “satria biru” yang dikenal dengan nama Damkar ini. Setidaknya ada beberapa faktor penting dari potret Aparatur Damkar yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan saat ini antara lain:
Baca Juga :   Polisi Proses Dugaan Pengrusakan Rumah Oleh Ketua DPRD Belu
  1. Penguatan dan Revitalisasi Kelembagaan
  2. Jenjang Pendidikan
  3. Jabatan Fungsional (Jafung) Aparatur Damkar
  4. Kompetensi Tim Damkar
  5. Sarana dan Prasarana
  6. Belum adanya UU Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran. Peringatan 100 tahun Pemadam Kebakaran Indonesia dilaksanakan pada tanggal 3-6 Maret 2019 di kota Pekanbaru. Peringatan 100 tahun Pemadam Kebakaran Indonesia, sudah sepatutnya dihadiri dan dipimpin oleh Presiden RI. Kementerian Dalam Negeri RI seyogyanya juga menggandeng sejumlah Kementerian, Badan dan juga Asosiasi terkait. Potret Unit Damkar Indonesia saat ini, ada yang berada di bawah Kemendagri RI dalam hal ini dikoordinir Pemda, ada yang berada di bawah BNPB/BPBD, dan juga ada yang berada di bawah Satpol PP. Postur Damkar ini unik dan berdampak kepada kinerja pelayanan yang dilakukan. Sepertinya hal ini harus lebih dipikirkan, disosialisasikan, diumumkan dan pada akhirnya disampaikan kepada publik. Hal penting yang disampaikan Bapak Purno Laksito, S.Si., MT selaku Kepala Sub Direktorat Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Pemadam Kebakaran Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI dalam peringatan 100 th Pemadam Kebakaran di Stadion Rumbai kota Pekanbaru, dalam rangka mengikat relasi Tim Pemadam Kebakaran di seluruh Indonesia, perlu terus dibina relasi yang terus terkait melalui kegiatan Skill Competition yang dimotori baik oleh Kemendagri maupun Pemda. Peringatan 100 th Damkar RI juga direfleksikan Sekda Kota Pekanbaru Bapak H. Noer MBS pada saat yang sama, yaitu negara memiliki komitmen menjalin ikatan komunikasi dan program pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang sinergis. Kementerian Dalam Negeri RI yang diwakili Bapak Drs. Elvius Dailami, MSi selaku Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI menjelaskan juga bahwa Pemadam Kebakaran memiliki posisi dan peran yang penting di daerah dan nasional dalam rangka pencegahan dan penanggulangan risiko dan bencana akibat bahaya kebakaran. Kemendagri RI sangat mendorong peningkatan profesionalisme Tim Damkar. Hal ini nyata melalui akan disahkannya Jabatan Fungsional (Jafung) Damkar RI yang disusun para Ahli Fire Safety Indonesia. Institusi Damkar di 34 provinsi dan di seluruh kabupaten/kota membutuhkan kepastian peraturan dan standar yang dituangkan ke dalam sejumlah Perda. Tantangan penting bagi Damkar membutuhkan kepastian peraturan dan standar yang dituangkan ke dalam sejumlah Perda. Tantangan penting bagi Damkar sebagai wujud “kemandirian” pasca 100 tahun Damkar di Indonesia, yaitu:
  7. Negara harus lebih memprioritaskan hal pengendalian dampak risiko kebakaran di Indonesia.
  8. Kemandirian organisasi Institusi Damkar dalam Tata Negara Indonesia. Institusi Damkar sudah saatnya mandiri berdiri sendiri, tidak bergabung dengan institusi lain.
  9. Kemandirian Damkar mendorong lahirnya UU Pengendalian Kebakaran saat ini juga. Aspek hukum ini secara sistemik akan berpartisipasi menata Indonesia di masa depan.
  10. Kemandirian Damkar mendorong terciptanya “penguatan kelembagaan” pencegahan dan penanggulangan kebakaran di seluruh wilayah Indonesa
  11. Kemandirian Damkar yang saat ini telah menghasilkan draft final Jabatan Fungsional (Jafung) yang dimotori Dewan Pakar serta Tim Biro AdWil Kementerian Dalam Negeri. Jafung ini akan menghasilkan pedoman “profesi Damkar” di seluruh wilayah bumi Indonesia.
  12. Negara harus memperhatikan dan meningkatkan “status kepegawaian Tim Damkar Indonesia” yang disejajarkan dengan kepegawaian lainnya secara nasional.
  13. Kemandirian Damkar mendorong agar APKARI (Asosiasi Pemadam Kebakaran Indonesia) harus divitalkan…!!! APKARI merupakan pembina seluruh Asosiasi Kebakaran di Indonesia.
  14. Kemandirian Damkar mendorong lahirnya “Indonesia Building Code” yang sampai saat ini belum kita miliki.
  15. Kemandirian Damkar harus mencerminkan karakter budaya keselamatan. Budaya keselamatan harus ditingkatkan maksimal secara nasional bahkan internasional.
Baca Juga :   Presiden Jokowi Menyerahkan Kompensasi Rp39,205 miliar Bagi 215 Korban Terorisme dan Ahli Waris Korban Meninggal Dunia
Kiranya di umur yang ke-100, Damkar Indonesia benar-benar “mandiri” untuk semakin mengoptimalkan budaya keselamatan di masa mendatang. Dirgahayu Damkar RI ke-100. (Robert)
  • Bagikan