Beranda Lintas NTT 15 Triliun Hak Kelola Blok Marsela, Frans Lebu Raya Getol Perjuangkan

15 Triliun Hak Kelola Blok Marsela, Frans Lebu Raya Getol Perjuangkan

195
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Blok Marsela merupahkan blok minyak dan gas bumi yang telah diputuskan sebagai salah satu dari 37 prioritas dalam proyek strategis nasional (PSN), sebagaimana diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor: 58 tahun 2017.

Pengelolaan Blok Marsela secara teknis dilaksanakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dibawah koordinasi Kemenko Kemaritiman RI.

Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya, menjelaskan Blok Marsela berada diluar wilayah teritory pemerintahan Maluku, sehingga bukan berarti pengelolaan minyak dan gas alam itu semata-mata menjadi kewenangannya. Jelas Frans Lebu Raya, blok minyak tersebut berada diluar 12 mil laut sehingga menjadi keputusan pemerintah pusat.

“Apabila pemerintah pusat telah menetapkan Hak Partisipasi/ Participating Interest sebesar 10 persen setara dengan nilai nominal Rp. 30 triliun, maka akan dibagi sama besarnya dengan NTT. Jadi Maluku memperoleh Rp. 15 triliun dan NTT juga dapat Rp. 15 triliun hak kelola atau hak partisipasi atas Blok Marsela,” Tutur Frans Lebu Raya.

Ditanya apa manfaat dari besarnya PI lima persen bagi NTT. Jelas Frans Lebu Raya, jika NTT memperoleh lima persen maka setiap tahun akan mendapat dividen sebagai pendapatan dan masuk ke kas daerah. Juga bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) guna percepatan pembangunan di daerah ini.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, tengah berupaya untuk mendapatkan hak partisipasi (Participating Interest) dalam pengelolaan minyak dan gas alam (migas) Blok Marsela sebesar 5 (lima) persen. Dengan begitu dapat mempercepat pembangunan di daerah ini.

“Saya sudah berjuang hingga ke pemerintah pusat (Kementerian ESDM). Saya optimis akan diputuskan, Maluku dan NTT mendapat PI sebesar 10 persen dan dibagi sama masing-masing lima persen,” kata Lebu Raya, saat diwawancarai usai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT)-nya ke 58 tahun bersama pimpinan perangkat daerah dan ASN lingkup pemerintah provinsi NTT, di Aula El Tari, Kupang, Jumat/18 Mei 2018.

Menurut Frans Lebu Raya , provinsi NTT harus mendapat bagian dari PI. Mengingat, NTT menjadi salah satu wilayah yang berdampak langsung dari pengembangan Blok Marsela yang letaknya diperairan dekat kepulauan Tanibar (kabupaten Maluku Tenggara Barat) dan kabupaten Alor (NTT). (*/humas-dure)

Komentar