Beranda Rohani Wakil Ketua I DPRD TTS Religius Usfunan Meresmikan Gereja Fatusion Kabuka

Wakil Ketua I DPRD TTS Religius Usfunan Meresmikan Gereja Fatusion Kabuka

410
0

SOE, Flobamora-news.com – Wakil Ketua I DPRD Religius Usfunan,S.H. menghadiri acara peresmian dan sekaligus meresmikan Gereja Fatusion Kabuka yang ditandai dengam pengguntian pita. Acara tersebut berlansung di Desa Naukae, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten TTS, Provinsi NTT.

Kegiatan peresmian di hadiri oleh Ketua Klasis Soe Timor, Pdt.Lebrik E. KO, Toy, S.Th, Sekretaris Majelis Soe Timor, Jan.Urip,C.Faot, Pdt Isai Laumal,S.Th, pdt.Rambu Hilungar S.Th, Risma Manu,,S.Th, pdt wastl M Kasse, S.Th. wakil ketua I DPRD TTS, Religius Usfunan,S.H, Yupik Boimau, Camat Kuatnana, Oktofianus Nakamnanu bersama semua staf dan para undangan yang hadir dalam Acara peresmian di sambut dengan pengalungan selendang, serta pengguntingan pita, oleh wakil ketua I DPRD TTS. Setelah pengguntingan pita, dilanjutkan dengan ibadat bersama yang di pimpin oleh pdt, Isai Laumal,S.Th.

Pdt, Isai Laumal,S.Th, dalam renungannya mengatakan bahwa, gereja itu adalh tanda, yang merujuk kepada anugerah Allah, yang arti sesunggunya, Tuhan tidak membutuhkan gereja, karena Tuhan bisa saja langsung menyatakan anugerah-Nya kepada bapak ibu dan saya. Tetapi karena kekerasan hati antara bapak ibu dan saya, maka Allah membutuhkan gereja. Tetapi ada catatan yang mau saya sampaikan bahwa, sekalipun hati bapak ibu dan saya keras sekali, Tuhan tetap membutuhkan gereja, tetapi sejauh gereja itu menunjuk kepada anugerah Allah, dan sebaliknya kalau ada gereja yang tidak menunjuk kepada anugerah Allah, maka ia bukan gereja, dan dia seperti lembaga sosial biasa. Kalau gereja terlepas dari anugerah keselamatan Allah, maka gereja tersebut akan menjadi sebuah tanda saja, yang tidak memiliki kegunaan apa-apa, sehingga gereja tersebut bisa di buang, dan para jemaat akan bubar serta bisa saja banyak hal yang terjadi dan menyimpang dari kehendak Allah.

Religius Usfunan, dalam sambutannya mengatakan, dalam sebuah kidung jemaat nomor 257 mengatakan bahwa, aku greja, kamu gereja, kita sama-sama gereja. Greja bukanlah gedungnya, bukan pula menaranya, bukalah pintu-pintunya, lihat di dalamnya, orangnya. Artinya kalau kita ikuti nyanyian tersebut, berarti gereja bukan secara fisik, tetapi gereja adalah orang-orang yang ada didalamnya dan selalu beribadah kepada Tuhan.

“Jika kita bangun gereja yang begitu besar dan begitu indah, namun yang beribadat di dalamnya hanya majelis dan pendeta juga sama saja. Sehingga harapan kami sekiranya hadirlah dalam gereja untuk selalu beribadat kepada Tuhan”, tegas Religius.

Tambahnya Gereja juga menjadi tempat persekutuan orang percaya itu juga berjalan, dan karena kami sebagai persekutuan orang percaya, yang di tempatkan di lembaga eksekutif, legeslatif, maupun di lembaga pemerintahan maupun swasta. Itu semua adalah bagian dari gereja sebagai orang-orang percaya. Oleh karena itu perlu kita laksanakan apa yang tertulis dalam Matius pasal 25:31-46, tentang penghakiman terakhir, bahwa di pisahkanlah orang yang ada di sebelah kiri dan yang ada di sebelah kanan Tuhan, sehingga mereka juga bingung, kenapa mereka di pilih lalu dipisahkan, dan sebelah kanan bingun kenapa dipilih masuk Sorga dan duduk bersama dengan Tuhan?, jawaban Tuhan adalah, ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan, ketika Aku haus kamu memberi Aku minum, ketika aku telanjang kamu memberi aku pakaian, dan ketika Aku sakit, kamu melawat Aku, ketika Aku dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Tetapi yang ada di sebelah kanan juga bingung bahwa, kami tidak pernah melihat Tuhan sehingga dapat kami melayani Tuhan? Lalu jawaban Tuhan Adalah “Jika kamu tidak berbuat sesuatu, kepada mereka yang paling hina ini, maka kamu juga tidak melakukannya untuk Aku.

“Maka dengan demikian, tanggung jawab kita untuk membangun secara fisik, dan tanggung jawab kita untuk beribadah sebagai persekutuan orang percaya, dan tanggung jawab kita sebagai orang percaya, untuk tidak hanya beribadah saja, tapi wujutnyatakan ibadah itu dalam tugas dan tanggung jawab kita. Sehingga jangan takut berkomonikasi dengan kami sebagai politisi, karena kami orang politik dan partai politik, dipercaya oleh rakyat untuk ada disana agar dapat berkomonikasi dengan kami. Kenapa? Karna kami adalah bagian dari orang-orang percaya kepada Tuhan, dan kami juga adalah orang-orang yang ada dalam persekutuan orang percaya, sehingga tentunya sebagai orang percaya akan mendukung dan melakukan sesuatu dalam melayani sesama demi hormat san kemuliaan nama Tuhan. Kata Egi, jadi kalau lihat kami orang politik, jangan di sepelehkan atau dilihat sebelah mata saja bahwa jangan itu orang politik, yang mana dia gambarkan sebagai orang-orang yang terkesan kotor, sehingga di gereja tidak baik unyuk dipandang. Sehingga pada kesempatan ini dapat saya sampaikan bahwa, kami adalah bagian dari orang-orang percaya, gereja dalam bentuk orang-orang percaya, yang ditempatkan disana untuk kita bisa saling membantu dan melayani demi jormat dan kemuliaan nama Tuhan”, pungkas Egi.


Reporter: YOR T


Komentar