Wakil Ketua I DPRD TTS Religius Usfunan Meresmikan Gereja Fatusion Kabuka

  • Bagikan

SOE, Flobamora-news.com – Wakil Ketua I DPRD Religius Usfunan,S.H. menghadiri acara peresmian dan sekaligus meresmikan Gereja Fatusion Kabuka yang ditandai dengam pengguntian pita. Acara tersebut berlansung di Desa Naukae, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten TTS, Provinsi NTT.

Kegiatan peresmian di hadiri oleh Ketua Klasis Soe Timor, Pdt.Lebrik E. KO, Toy, S.Th, Sekretaris Majelis Soe Timor, Jan.Urip,C.Faot, Pdt Isai Laumal,S.Th, pdt.Rambu Hilungar S.Th, Risma Manu,,S.Th, pdt wastl M Kasse, S.Th. wakil ketua I DPRD TTS, Religius Usfunan,S.H, Yupik Boimau, Camat Kuatnana, Oktofianus Nakamnanu bersama semua staf dan para undangan yang hadir dalam Acara peresmian di sambut dengan pengalungan selendang, serta pengguntingan pita, oleh wakil ketua I DPRD TTS. Setelah pengguntingan pita, dilanjutkan dengan ibadat bersama yang di pimpin oleh pdt, Isai Laumal,S.Th.

Swipe up untuk membaca artikel

Pdt, Isai Laumal,S.Th, dalam renungannya mengatakan bahwa, gereja itu adalh tanda, yang merujuk kepada anugerah Allah, yang arti sesunggunya, Tuhan tidak membutuhkan gereja, karena Tuhan bisa saja langsung menyatakan anugerah-Nya kepada bapak ibu dan saya. Tetapi karena kekerasan hati antara bapak ibu dan saya, maka Allah membutuhkan gereja. Tetapi ada catatan yang mau saya sampaikan bahwa, sekalipun hati bapak ibu dan saya keras sekali, Tuhan tetap membutuhkan gereja, tetapi sejauh gereja itu menunjuk kepada anugerah Allah, dan sebaliknya kalau ada gereja yang tidak menunjuk kepada anugerah Allah, maka ia bukan gereja, dan dia seperti lembaga sosial biasa. Kalau gereja terlepas dari anugerah keselamatan Allah, maka gereja tersebut akan menjadi sebuah tanda saja, yang tidak memiliki kegunaan apa-apa, sehingga gereja tersebut bisa di buang, dan para jemaat akan bubar serta bisa saja banyak hal yang terjadi dan menyimpang dari kehendak Allah.

Baca Juga :   Di Mata Tuhan Kita Semua Sama

Religius Usfunan, dalam sambutannya mengatakan, dalam sebuah kidung jemaat nomor 257 mengatakan bahwa, aku greja, kamu gereja, kita sama-sama gereja. Greja bukanlah gedungnya, bukan pula menaranya, bukalah pintu-pintunya, lihat di dalamnya, orangnya. Artinya kalau kita ikuti nyanyian tersebut, berarti gereja bukan secara fisik, tetapi gereja adalah orang-orang yang ada didalamnya dan selalu beribadah kepada Tuhan.

  • Bagikan