Beranda Komunitas 506 Orang Ikut Pendadaran THS-THM Distrik Keuskupan Atambua

506 Orang Ikut Pendadaran THS-THM Distrik Keuskupan Atambua

2060
0

Belu, Flobamora-news.com – Sebanyak 506 orang calon Anggota Organisasi Pendidikan Pencak Silat THS-THM Wilayah Belu Utara mengikuti kegiatan pendadaran yang diadakan oleh Distrik Keuskupan Atambua di Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL.

Kegiatan yang diadakan sejak tanggal 27-30 Desember 2019 itu bertujuan untuk melahirkan kader muda Katolik yang militan dan berkualitas dalam memuji dan memuliakan Tuhan sesuai ajaran iman Katolik Roma.

Selain Pendadaran, ada pula 13 peserta yang mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT). Para senior dari 15 Ranting yang ikut mendampingi berjumlah 245 orang. Total peserta yang mengikuti kegiatan yang bertajuk “Dalam Dia Ada Hidup dan Hidup Itu Adalah Terang Manusia” (Injil Yohanes 1.4) itu berjumlah 764 orang.

Baca Juga : Sejarah Hadirnya THS-THM di Keuskupan Atambua

Baca Juga : Awak Pena Batas RI-RDTL Berbagi Kasih Dengan Keluarga Miskin di Belu

Koordinator Distrik Keuskupan Atambua, Dominikus Mau Bele yang ditemui awak media di sela kegiatan Pendadaran dan UKT pada Sabtu, (28/12/2019) menjelaskan bahwa ada banyak kegiatan dalam Pencak Silat Pendidikan THS-THM. Salah satunya adalah Ret-Ret dan Pendadaran.

Dijelaskan bahwa Ret-Ret adalah sebuah Kegiatan yang diadakan oleh Pengurus THS-THM untuk menerima orang awam menjadi calon anggota THS-THM. Dalam Ret-Ret diperkenalkan tentang keorganisasian THS-THM kepada calon anggota.

Baca Juga : THS-THM: Umat Kristen Tidak Membenci Ustad Abdul Somad

Baca Juga : Tuhan Yesus dan Bunda Maria Diperkenalkan Sebelum Menjadi Anggota THS-THM

Sedangkan, Pendadaran adalah sebuah kegiatan yang diadakan oleh Pengurus Distrik untuk menerima atau melantik seorang calon anggota menjadi anggota THS-THM yang baru. Pada kegiatan Pendadaran ini, seorang calon anggota digembleng iman, mental, dan fisiknya.

“Inti sari dari Pendadaran adalah mewujudkan tatalaksana empat pilar THS-THM yaitu, Pendalaman Iman, Keorganisasian, pencak silat, dan rekreasi. Empat pilar itu dipadukan dalam kegiatan Pendadaran secara bervariasi,” jelas pria yang akrab disapa Domi itu.

Dikatakan, di akhir Pendadaran, ada satu sesi yang dinamakan malam jeritan atau malam rekreasi. “Saat itulah kita menguji apa yang sudah diberikan kepada para calon anggota selama Pendadaran,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, out put dari kegiatan ini yakni agar peserta bisa menemukan jati diri sebagai seorang Katolik yang rendah hati. Untuk bisa mencapai hal itu, maka dalam Pendadaran, keempat pilar digembleng secara merata.

“Biasanya bila tidak diatur secara seimbang, maka akan muncul kesombongan dalam diri, keangkuhan, dan bahkan arogansi,” tutur Domi.

Koordinator Distrik Keuskupan Atambua itu berharap agar para peserta dapat mengikuti kegiatan Pendadaran ini secara serius dan penuh penghayatan iman.

“Kunci keberhasilan dari kegiatan ini adalah doa, penghayatan iman, dan kerja sama. Tanpa ketiga hal itu, maka para peserta tidak akan mampu menyelesaikan kegiatan pendadaran ini secara baik,” imbuhnya.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar