Beranda Olahraga 872 Simpatisan THS-THM di Belu Ikut Ret-Ret

872 Simpatisan THS-THM di Belu Ikut Ret-Ret

1892
0

Belu, Flobamora-news.com – Sebanyak 872 Calon Anggota THS-THM di Wilayah Dekenat Belu Utara, Distrik Keuskupan Atambua ikut mengikuti ret-ret di Paroki Weluli, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu. Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 21-23 Februari 2020 itu bertujuan untuk membentuk mental, iman, dan fisik para simpatisan THS-THM yang ada di Kabupaten Belu.

Ret-ret yang bertemakan “Aku ini, Jangan Takut (Yoh 6.20)” itu dihadiri oleh Dewan Penasehat THS -THM Distrik Keuskupan Atambua Januario P. V. Moreira dan Kornelis Makus, Wakil Koodinator Distrik Drs. Stanis Bria Seran, Para Koordinator Ranting Se-Belu Utara, para Senior Tua THS -THM dan Senior Pendamping yang berjumlah 478 orang.

Elias Martins Dias selaku Koordinator Wilayah Belu Utara menuturkan bahwa pada kegiatan Ret-ret ini, para simpatisan akan dikenalkan secara mendalam tentang Tuhan Yesus dan Bunda Maria.

“Sebelum seorang diterima sebagai anggota THS-THM, kita harus memperkenalkan Tuhan Yesus dan Bunda Maria terlebih dahulu,” ujar Anggota Buser Polres Belu itu. “Setelah melewati tahapan ini, barulah seseorang dapat mengikuti kegiatan Pendadaran untuk menjadi seorang anggota THS-THM,” lanjutnya.

Koordinator THS-THM Wilayah Belu Utara sedang memantau persiapan upacara penutupan Ret-ret di lapangan Weluli pada Minggu (23/2/2020)

Lebih dari pada itu, latihan THS-THM bukan sebuah ajang untuk adu kekuatan, tapi sebagai sebuah latihan untuk belajar rendah hati.

“Sebagai sebuah oraganisasi pencak silat, tentulah kami memiliki latihan fisik. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kami melatih dan membimbing para anggota untuk menjadi orang yang rendah hati karena kekuatan utama seorang anggota THS-THM adalah kerendahan hati seperti yang diajarkan tuhan Yesus dan Bunda Maria,” tuturnya.

Selain kerendahan hati, Elias menuturkan bahwa melalui ret-ret, anggota bisa mengubah pola pikir untuk hidup sederhana, menjadi pribadi yang lebih baik, dan menjadi teladan hidup yang baik di tengah hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kegiatan ret -ret sebagai salah satu tahap awal pembinaan iman, mental, fisik, dan organisasi. Ret-ret juga menjadi salah satu wadah untuk membangun iman rohani setiap anggota untuk menjadi orang Katolik yang sejati.

Dalam ret-ret, peserta juga belajar mengenai pentingnya sakramen dalam gereja Katolik. Sebagai seorang Katolik wajib hukumnya untuk mengenal 7 Sakramen dalam Gereja Katolik.

“Anggota THS-THM adalah salah satu tulang punggung gereja Katolik. Karena itu, wajib mengetahui tentang pentingnya 7 Sakramen dalam Gereja Katolik. Setelah mengetahuinya, mereka juga harus memberitahukan ke sesamanya tentang peran dan pentingnya 7 Sakramen itu,” tuturnya.

Untuk diketahui, 18 Ranting yang ada di Wilayah Belu Utara, hanya 16 Ranting yang mengikuti kegiatan Ret-ret di Paroki St. Thedorus Weluli. “Dua Ranting lain akan dibuat ret-ret susulan pada bulan Maret 2020 mendatang karena ada beberapa alasan yang mereka sampaikan ke kami,” ujar Elias.

Dikatakan bahwa kegiatan Ret-ret ini merupakan salah satu tolak ukur dan syarat bagi seorang calon anggota untuk dapat menjadi seorang anggota THS-THM. Karena itu, Elias berharap agar semua anggota dapat menghayati apa yang sudah mereka dapat selama ret-ret dan menerapkannya di tengah masyarakat.

Elias juga berharap agar dengan berbagai kegiatan posistif yang telah dilakukan THS-THM di tengah masyarakat dapat berdampak pada berkembangnya organisasi THS-THM di semua Paroki, Stasi/Kapela, hingga unit latihan di lembaga pendidikan mulai dari tingkatan SD hingga Universitas ke depannya.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar