Beranda Hukum & Kriminal Abraham Kause: Internet Desa Diduga Program Penumpang Gelap, Pihak Yang Terlibat Harus...

Abraham Kause: Internet Desa Diduga Program Penumpang Gelap, Pihak Yang Terlibat Harus Diusut Tuntas

1103
0

Foto: Brigade Partai Hanura TTS Abraham Kause

SOE, Flobamora-news.com – Program pemasangan internet desa yang dikerjakan oleh PT. Telkom diduga program gelap dan penumpang gelap pihak yang terlibat harus diusut tuntas.. Kenapa saya mengatakan penumpang gelap, karena APBDES yang posting harus melalui asistensi, yang mana tim asistensi di SK kan oleh Bupati dan ditandatangani oleh bupati. Yang saya pertanyakan kenapa program internet desa tidak melewati musyawarah tingkat desa, kecamatan sampai dengan kabupaten lalu tiba-tiba anggaran ini muncul. Hal ini disampaikan oleh Brigade Partai Hanura Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Kause pada,  Minggu (21/03/2021).

Menurut Abraham bahwa pihak Telkom masuk dan kerjakan pekerjaan ini dan tentunya pihak ketiga mengadakan material dan melangsungkan pekerjaan internet desa di setiap desa yang ada di kabupaten TTS karena anggaran ini sudah lolos asistensi dan di posting APBDES nya dan di PERDES kan. Karena jika anggaran ini tidak lolos dari asistensi lalu di posting tidak mungkin program ini di ambil alih oleh pihak ketiga, sehingga tentunya publik akan bertanya bahwa tim asistensi ini siapa, tentu tim asistensi ini ada dalam kalangan dinas PMD itu.

“Jika kita perbandingkan bahwa ada pihak ketiga lainnya yang pasang internet desa cuman 15 juta dan koutanya 3000 GB untuk satu tahun, atau pemasangan wi-Fi yang harganya 400 ribu di bandingkan dengan yang di pasang sekarang oleh PT.Telkom dengan anggaran 36 juta tapi koutanya hanya 10 GB, ini anehkan?. Kami akan terus mendorong Aparat Penegak Hukum untuk menelusuri program pemasangan internet yang dikerjakan oleh pihak Telkom di desa-desa. jika pemasangan dan pengadaan barang tidak sesuai dan merugikan negara, maka harus di proses sesuai dengan hukum berlaku”, kata Abraham

Sementara itu Wakil ketua Kamar Dagang Industri (KADAIN) yang juga adalah mantan anggota DPRD kabupaten TTS dari partai Demokrat, Simon Liunokas mengatakan bahwa, pekerjaan pemasangan internet desa yang di lakukan oleh pihak ketiga dalam hal ini PT.Telkom sudah sesuai speknya dan regulasinya mereknya atau tidak, serta perlu di kroscek kembali, karena bisa saja pengadaan barang tidak sesuai spek.

“Jika dari awal proses program ini tidak ada dalam usulan desa, maka itu sudah menyimpang, tetapi jika dari awal sudah masuk dalam program dan pengajuan penganggaran desa, maka itu harus tetap dilaksanakan. Tetapi pengadaan barang dan jasa ada limit waktunya, kapan dikerjakan dan kapan selesainya, sehingga ketika pekerjaan itu tertunda dan dianggarkan pada tahun berikutnya maka itu sudah menyalahi aturan sehingga kami dari KADIN meminta aparat penegak hukum untuk menyelediki program pemasangan internet desa yang di kerjakan oleh PT.Telkom sudah sesuai dengan aturan yang berlaku atau tidak, jika tidak sesuai maka perlu ada sanksi hukum buat para pihak yang terlibat di dalamnya”, pinta Simon.

Harapan saya semoga pekerjaan ini tidak menyimpang, tetapi jika pekerjaannya menyimpang dari aturan yang berlaku, maka pihak-pihak yang terlibat di dalam perlu di periksa serta jika dalam pemeriksaan menimbulkan kerugian negara maka harus ada sanksi hukumnya. Tetapi jika ada penyimpangan namun tidak ada sanksi maka kerugian negara akan terus meningkat.

 


Reporter: Yor.T


Komentar