Advokasi Kasus PHK Jurnalis Obet Gerimu, AJI Kupang Resmi Surati TIMEX


  • Bagikan

KUPANG, Flobamora-news.com – Tim Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang telah menyurati manajemen PT Timor Ekspress Intermedia sebagai perusahaan penerbit Harian Timor Express (TIMEX) guna melakukan dialog perihal advokasi terkait persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap jurnalis Obetnego Y.M. Weni Gerimu.

Ketua Divisi Advokasi AJI Kota Kupang, Yohanes Seo, S.H., kepada wartawan mengatakan, saat ini pihaknya tinggal menunggu respon manajemen TIMEX terhadap maksud dan tujuan surat yang telah diberikan ke manajemen TIMEX.

Swipe up untuk membaca artikel

“Kita menunggu respon manajemen TIMEX untuk dialog terkait persoalan PHK jurnalis Obet Gerimu. Surat AJI telah kami serahkan ke manajemen TIMEX melalui Sekretaris Redaksi TIMEX ibu Linda Makandoloe, Senin lalu,” kata Yohanes yang juga jurnalis Tempo itu.

Menurut Yohanes, pihaknya berhadap manajemen TIMEX segera merespon surat AJI, sehingga pihaknya segera melakukan langkah-langkah advokasi selanjutnya.

“Apabila tidak ditanggapi, kami segera konsultasi dengan AJI Pusat untuk menempuh langkah-langkah advokasi lebih lanjut,” tegas Yohanes.

Baca Juga :   Vixon Vs Smash Satu Meninggal Dunia

Sementara, jurnalis Obet Gerimu secara resmi telah mengadukan persoalan ini ke Dinas Tenaga Kerja Kota Kupang pada Senin (16/8/2021).

Pengaduan ini tertuang dalam surat resmi
Nomor: 001/SP/VIII/2021 dengan perihal pengaduan yang diserahkan sendiri Obet kepada petugas pada Sekretariat Dinas Tenaga Kerja Kota Kupang. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa dirinya telah diberikan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT Timor Ekspress Intermedia yang adalah perusahaan penerbit Harian Pagi Timor Express.

Surat PHK dengan Nomor: 034/TEI-DIR/VII/2021 yang diberikan kepada Obet Gerimu diterbitkan pada tanggal 27 Juli 2021.

“Terhadap surat PHK tersebut, dengan berat hati saya akhirnya menerima. Namun hingga saat ini hak-hak saya sebagai karyawan yang di PHK sesuai Undang-Undang yang berlaku belum juga diberikan,” beber Obet dalam surat pengaduan tersebut.

“Saya juga sudah dua kali berkonsultasi¬† ke Dinas Tenaga Kerja Kota Kupang, dan oleh pegawai pada Bidang Hubungan Industrial telah menghitung hak-hak sesuai Undang-Undang Cipta Kerja Jo PP 35/2021 Pasal 52 Ayat 1, dan selanjutnya dari hasil hitungan itu saya kemudian menyampaikan kepada manajemen PT Timor Ekspress Intermedia, namun hingga saat ini belum dipenuhi,” urai Obet yang juga Ketua Divisi Ketenagakerjaan AJI Kota Kupang itu.

  • Bagikan