Beranda Lintas NTT Agen Brilink Sesalkan Ada Oknum Kepala Desa di TTS Pengaruhi KPM Pindah...

Agen Brilink Sesalkan Ada Oknum Kepala Desa di TTS Pengaruhi KPM Pindah ke Agen Lain

775
0

SOE, Flobamora-news.com – Ketua Pansus Marten Tualaka, S.H. M.Si, Wakil Ketua dan Sekertaris serta anggota Panitia Khusus LKPJ DPRD menerima aspirasi dari beberapa Agen Brilink. Pasalnya Agen Brilink yang menyalurkan sembako di kabupaten TTS mengalami kendala. Hal tersebut karena ada oknum Kepala Desa yang mempengaruhi masyarakat pindah ke agen lain . Kunjungan ini berlangsung di ruang banggar DPRD TTS pada, Jumat (12/06/2020).

Menurut salah satu agen brilink, Kundrat Marianan menyampaikan bahwa sebagai Agen Brilink harus mentaati 6 tepat yaitu, tepat administrasi, tepat waktu, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat harga.

“Saya sudah mentaati syarat 6 tepat namun ada KPM yang dalam wilayah pelayanan saya diarahkan untuk mengambil di Agen Brilink yang lain. Jika ada masalah dalam pelayanan saya maka Dinas Sosial dan BRI harus menyelesaikan persoalan ini. Jangan main kasih pindah KPM tanpa ada penyelesaian”, kata Kundrat.

“Mungkin alasan KPM yang dalam wilayah pelayaan saya dipindahkan ke Agen Brilink lain, karena saya pernah protes di grup WhatsApp kami. Kenapa KPM yang masuk dalam pelayanan saya ko pindah. Pengambilan sembako ke Agen Brilink lain, namun tidak ada penyelesaian. Malah semua KPM yang ada di desa tersebut di alihkan ke agen tersebut tanpa ada penjelasan”, jelas Kondrat.

Sementara usulan Agen Brilink Astuti, bahwa KPM, harus ambil diagennya sendiri. Jika ada KPM yang mengambil sembako di Agen Brilink lain, maka wajib Agen Brilink tersebut harus menyuruh KPM tuntuk mengambil di agen yang sudah ditetapkan.

“Aneh Kepala Desa Pusu dan para perangkat desanya mempengaruhi dan mengajak KPM untuk mengadakan pengaduan secara tertulis kepada pemerintah daerah terhadap penolakan pelayanan saya. Cara yang Kepala Desa tempuh dengan menyodorkan kertas putih untuk para KPM di desa pusu tandatangan, katanya untuk penerimaan BLT”, jelas Agen Siti.

“Pada tahun 2019, saya melayani 270 KPM, pada januari 2020 penambahan KPM, sehingga menjadi 300 KPM.  Sedangkan pada bulan juni 2020  dari 300 KPM turun sampai 47 KPM saja”, tambah Siti.

Setelah menerima pengaduan dari para Agen Brilink yang ada di TTS, Ketua pansus Marten Tualaka mengatakan bahwa, semua pengaduan dari para Agen Brilink, menjadi catatan agar Pansus dapat menyampaikan persolan tersebut saat rapat dengan instasi yang terkait dan pihak BRI.

Wakil Ketua I DPRD TTS, Regilius Usfunan, S.H. mengatakan bahwa, Pansus harus merekomendasikan persoalan ini kepada instasi yang berwenang untuk mengembalikan persoalan-persoalan ini kejalan yang benar, Jangan sampai terkesan bahwa ada Agen Brilink yang dianak emaskan dan ada agen yang di anak tirikan. Buktinya bahwa dalam catatan pengaduan bahwa ada Agen Brilink yang melayani 1500 lebih KPM. Ada agen yang melayani 70 KPM itupun masih dikurangi juga.


Reporter: Jor.T


Komentar