Beranda Hukum & Kriminal Akademisi Hukum Minta Pimpinan Partai Ambil Sikap Terkait Tindakan Brutal Oknum DPRD...

Akademisi Hukum Minta Pimpinan Partai Ambil Sikap Terkait Tindakan Brutal Oknum DPRD Partai Golkar Malaka

312
0

Kupang, Flobamora-news.com – Akademisi Hukum Universitas Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, Michael Feka bersuara terkait tindakan kekerasaan yang dilakukan oleh oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka, NTT asal partai Golkar terhadap wartawan di Desa Hatimuk, Kecamatan Weliman. Hal ini disampikan saat di konfirmasi awak media pada, Rabu (16/12/2020) siang,

Menurut Michael dalam rilisnya, bahwa Negara Indonesia adalah Negara hukum yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Sebab hukum tanpa demokrasi akan sangat otoriter dan demokrasi tanpa hukum akan sangat liar. Dalam demokrasi, media merupakan salah satu pilar penting dalam membangun negara hukum yang demokratis.

“Semestinya,  kalau ada yang terganggu atau tidak puas dengan pemberitaan media seyogyanya menggunakan hak jawab, bukan melakukan tindakan kriminal kepada wartawan. Michael mengatakan, tugas pokok wartawan adalah mewartakan fakta yang sesungguhnya dengan kata lain mewartakan kebenaran. Apabila ada pihak yang merasa pemberitaan itu tidak benar maka ada ruang hak jawab”, jelas Michael.

Saya mengapresiasi kepada Kapolda NTT Irjen Pol Latif yang menaruh perhatian khusus kepada kasus kekerasan terhadap wartawan di Kabupaten Malaka.

“Saya apresiasi Kapolda yang menaruh atensi untuk menyelesaikan kasus kekerasan terhadap wartawan tersebut. Media tidak boleh dibungkam dengan cara-cara yang tidak beradab dan melanggar norma hukum. Siapa pun pelakunya harus ditindak secara tegas agar ke depan ada pembelajaran bagi pelaku dan masyarakat,” ujar Michael.

Michael, melanjutkan, ini merupakan tindakan tidak mendidik apalagi seorang anggota dewan atau wakil rakyat. Seharusnya, kata dia, seorang wakil rakyat memberi teladan kepada rakyat bukan sebaliknya melakukan tindakan premanisme yang sama sekali tidak memberi teladan yang baik kepada masyarakat.

“Kepada penyidik saya minta untuk melakukan penegakan hukum terhadap kasus ini demi tegaknya hukum dan keadilan di republik ini. Seharus pelaku sudah berstatus tersangka ,harus ditahan bukan dibiarkan berkeliaran,” tegas Michael.

Bahkan, menurut dosen hukum ini, Polres Malaka tidak mampu mengungkap kasus dan tebang pilih dalam penanganan kasus di wilayah perbatasan. Michael minta pimpinan Partai Golkar ambil sikap terkait tindakan brutal oknum DPRD Partai Golkar itu.

“Ini tindakan yang seharusnya tidak dibiarkan baik dari pimpinan partai politik maupun aparat penegak hukum,” ucap Michael.

Secara terpisah, Ketua Badan Pemenang Pemilu (Bappilu) Partai Golkar NTT, Frans Sarong, saat di hubungi wartawan via seluler, Kamis (17/12/), mengatakan, dirinya belum mengetahui persis soal keterlibatan anggota partai politik Golkar atas pengeroyokan wartawan di Hatimuk.

“Serahkan saja kepada polisi untuk bekerja profesional, kalau memang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan masih ada pembiaran itu urusan kepolisian. Partai akan bersikap, karena berorganisasi politik bukan untuk lakukan tindakan kekerasan”, tutup Sarong.


Reporter: JHOVAN FAOT


Komentar