Beranda Hukum & Kriminal Akibat Kelalaian Kepala Sekolah Juandi Siswa SD Inpres Tauanas Harus Dirujuk ke...

Akibat Kelalaian Kepala Sekolah Juandi Siswa SD Inpres Tauanas Harus Dirujuk ke RSUD Prof. dr. W.Z. Johanes Kupang

4955
0

Foto: Saat Korban Juandi dirawat di RSUD Soe

SOE, Flobamora.news.com – Juandi Kabu (9) siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) menjadi korban akibat kurang berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Pasalnya siswa SD Inpres Tauanas, Desa Tauanas Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS Provinsi NTT mengalami luka di mata akibat paku yang digunakan Kepala Sekolah melenting dan mengenai mata korban.  Akibatnya korban harus berurusan dengan Puskemas dan Rumah Sakit di Soe hingga dirujuk sampai ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. dr. W.Z. Johanes Kupang karena Cornea matanya pecah. Peristiwa ini terjadi di gedung sekolah pada, Sabtu (20/06/2020).

Menrut keluarga korban Nimrot Kabu yang di hubungi media ini melalui telepon seluler mengatakan bahwa, kejadian ini bermula saat korban berada di sekolah, dan menurut keterangan korban saat tiba dirumah, bahwa mata kirinya tertikam paku saat kepala sekolah Alexsander Lopo memukul paku pada kosen pintu menggunakan palu, paku yang dipukul melenting keluar lalu mengena mata korban bagian kiri.

Lanjut Nimrot, kami keluarga merasa kecewa dengan sikap Alexsander Lopo yang tidak merasa bertanggung jawab atas musibah yang telah menimpa Juandi anak kami. Seharusnya saat kejadian beliau langsung membawa korban ke Puskesmas guna mendapat perawatan. Ini malah membiarkan korban pulang sendiri tanpa diantar oleh yang bersangkutan.

“Juandi pulang sendiri tidak diantar oleh guru, melihat korban yang menjerit kesakitan. Tanpa bertanya lagi kami langsung membawa korban ke Puskesmas Ayotupas guna mendapat perawatan. Namun ketika sampai di puskesmas Ayotupas, petugas medis meminta keluarga agar korban dirujuk ke RSUD SoE karena di puskesmas tidak ada dokter mata. Saat di Rumah Sakit Juandi harus dirujuk ke Rumah Sakit di Kupang untuk segera dioperasi karena Cornea matanya pecah”, kata Nimrot.

Korban saat dirujuk ke RSUD Prof. dr. W.Z. Johanes Kupang didampingi salah satu keluarga Andri Kabu. Saat dihubungi awak media Flobamora-news.com mengatakan, bahwa ketika korban tiba di RSUD SoE dan mendapat pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan dokter korban harus dirujuk karena di RSUD SoE tidak ada dokter spesialis mata.

Lanjut Andri, sebelum korban dirujuk ke Kupang, korbam terlebih dahulu difoto dan hasilnya dikirim ke dokter spesialis mata yang berada di RSUD Prof. dr.  W.Z. Johanes kupang. Menurut dokter bahwa korban harus segera di rujuk agar segera dioprasi karena cornea mata dari korban pecah sehingga harus di oprasi secepatnya.

Sementara Kepala Sekolah Dasar Inpres Tauanas, Alexsander Lopo, yang berhasil dikonfirmasi media ini melalu sambungan telepon mengatakan bahwa, kejadiannya hari sabtu (20/06/2020) kurang lebih sekitar jam 11:00 WITA. Saat itu mau pembagian Raport bagi siswa S.D. Inpres Tauanas, dan setelah pembagian raport saya (Alexaander) mengambil hamar/palu dan paku untuk memaku pada kosen pintu. lalu sebelum saya memaku, saya menyuruh juandi (korban) agar bergeser karena bisa kena lentingan paku yang sementara saya pukul. lanjut kepsek, lalu saya pikir juandi (korban) sudah bergeser, sehingga saya langsung memaku kosen pintu. Karena konsennya mungkin kayunya keras, sehingga paku yang saya pukul melenting lalu mengena mata kiri dari juandi. karena saat itu guru yang hadir saya sendiri dan siswa masih banyak di sekolah serta ada perkunjungan pengawas, sehingga saya menyuruh anak-anak untuk mengantar korban kerumah korban agar matanya dikompres pakai air panas. Setelah pengawas pulang serta semua siswa pulang barulah saya ke rumah untuk menjenguk korban.

“Setelah semua siswa sudah pulang maka saya ke rumah korban untuk menjenguk, namun ketika saya sampai di rumah korban, katanya korban sudah di bawah ke puskesmas Ayotupas, lalu saya menyusul ke puskesmas. Namun di Puskesmas juga saya tidak menemukan korban dan Puskesmas pun sudah tutup. Informasi yang saya peroleh katanya orang tua korban sudah melaporkan kejadian ini ke polsek Ayotupas. Lalu saya ke Polsek, namun menurut polisi yang bertugas bahwa memang tadi keluarga korban datang melapor tapi belum sempat terima laporan. Keluarga saat ini membawa korban ke RSUD SoE guna mendapat perawatan. Kalau Polsek sudah terima laporan maka kami akan kasih surat panggilan untuk pak Alexsander”, jelas Kepala Sekolah.

“Saya tetap akan bertanggungjawab dan saya juga bersedia untuk membayar biaya pengobatan korban. Serta jujur bahwa kejadian itu sama sekali tidak disengajakan”, tutup Alexsander.


Reporter: Jor.T


Komentar