Beranda Rohani Aku Datang Bukan Untuk Membawa DAMAI Melainkan PEDANG

Aku Datang Bukan Untuk Membawa DAMAI Melainkan PEDANG

414
0

Kejadian, 1:8-22
Matius, 10:34-11:1

BELU, Flobamora-news.com –Sabda Tuhan di atas menggugah kita untuk selalu sadar bahwa damai dan perang merupakan dua situasi hidup yang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia.
Ada rumor ini: “mau damai harus berperang atau setelah perang pasti ada perdamaian”.

Membaca pernyataan ini, pasti ada konsekwensi-konsekwensinya. Namun, yang pasti bahwa inilah situasi yang terjadi dalam hidup manusia. Sehingga benar apa yang dikatakan Yesus dalam sebuah perumpamaan: hidup itu ibarat gandum dan ilalang. Dimana ada gandum, di situ pasti ada ilalang. Dimana di tanam padi, di situ pasti ada rumput. Tapi tidak sebaliknya.

Karena itu, menjadi jelas bagi kita bahwa ketika kita berusaha menyatakan kebaikan, kebenaran, kedamaian, dan keadilan, maka bersedialah untuk mengalami kesulitan, penderitaan dan aneka persoalan hidup lain.

Inilah yang dialami Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Yesus tahu bahwa ketika Ia mewartakan kerajaan Allah dan membawa misi keselamatan, pasti akan mengalami konflik dengan mereka yang telah mapan dalam situasi (gelap atau jahat atau buruk) tertentu. Karena itu, Yesus menegaskan bahwa Aku datang bukan untuk membawa perdamaian, melainkan pedang.

Hal ini juga yang akan dialami setiap pengikut Kristus. Hadir sebagai pedang untuk memotong dan membersihkan ranting-ranting kejahatan. Hadir sebagai pedang untuk membedah keburukan dari kebaikan. Hadir sebagai pedang untuk berperang melawan ketidakadilan… dan seterusnya.

Hakikat kehadiran kita adalah datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Bersama Tuhan untuk memerangi kejahatan, keburukan dan ketidakadilan pasti menang.

Tuhan selalu dipihak yang benar. Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik. Kekal abadi kasih setia-Nya.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar