Beranda Hukum & Kriminal Albert Riwu Kore Dan BPR Chirsta Jaya Saling Lapor

Albert Riwu Kore Dan BPR Chirsta Jaya Saling Lapor

466
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Terkait laporan ke Polres Kupang Kota pada tanggal 14 Januari 2019 dengan nomor: LP/B/056/I/2019 Res Kupang Kota tentang dugaan tindakan penggelapan dana nasabah yang dilakukan Manajemen Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Christa Jaya, Albert Riwu Kore, SH selaku Notaris mendesak Penyidik Polres Kupang Kota agar segera menindaklanjuti kasus ini.

Sebagai seorang notaris dirinya merasa dirugikan oleh tindakan penggelapan ini dan meminta Polres Kupang Kota untuk segera menggelar perkara tehadap kasus yang merugikan masyarakat ini.

“Saya secara pribadi telah melaporkan kasus penggelapan yang dilakukan oleh management BPR Christa Jaya atas beberapa dana nasabah yang berjumlah puluhan juta rupiah dan kasus ini sudah dilaporkan pada tanggal 14 Januari 2019 yang lalu”. Kata Albert kepada media ini Senin, (14/10/2019).

Menurutnya diduga karena kesibukan dari penyidik Polres Kupang Kota sehingga sampai sekarang laporan kami belum ditindaklanjuti ke tingkat penyidikan berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) yang kami terima pada tanggal 11 Oktober 2019 bahwa penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pemeriksaan terhadap terlapor dalam hal ini BPR Christa Jaya.

“Kami mengharapkan penyidik Polres Kupang Kota segera melaporkan gelar perkara terhadap kasus yang merugikan masyarakat ini. Kasus ini merupakan dana-dana masyarakat yang sejogyanya disetor ke notaris yang merupakan jasa notaris akan tetapi sampai saat ini tidak disetor BPR Christa Jaya ke notaris walaupun itu sudah dilakukan penagihan dan somasi”. Tandas Albert.

Lanjut Albert, Apabila BPR Crista Jaya mengaitkan hal ini dengan kewajiban soal pemecahan sertifikat maka itu hal yang berbeda.

Seharusnya manajemen BPR Christa Jaya segera melakukan pembayaran dari dana-dana nasabah yang ditahan oleh BPR. Oleh karena itu, sebenarnya kasus ini sudah murni tindak pidana penggelapan dana nasabah oleh BPR Christa Jaya.

Seharusnya ada beberapa nasabah yang sejogyanya sudah harus menyetor ke notaris yang merupakan jasa notaris, tapi sampai saat ini walaupun sudah ditagih tapi BPR Christa Jaya berdalih bahwa dana ini masih ada kaitan dengan kasus lain. Demikian urai sang notaris ini.

Albert menambahkan, ini adalah hal yang berbeda dan dirinya mengharapkan manajemen BPR Christa Jaya harus bertindak secara profesional menangani kasus-kasus semacam ini. Jangan mencampur adukan satu masalah dengan masalah lain, karena BPR adalah sebuah Bank dimana dalam prakteknya itu merupakan lembaga yang harus dipercaya oleh masyarakat.

“Mencampur adukan masalah-masalah lain dengan dana nasabah ini merupakan suatu hal yang berbeda, sehingga laporan kami ke Polres Kupang tentang dugaan tindakan penggelapan dana nasabah yang dilakukan BPR Christa Jaya sejogjanya harus ditindak lanjuti karena yang dirugikan adalah kami sebagai notaris”. Pungkas Albert.

Sedangkan pada hari yang sama Senin, (14/10/2019) Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Boby Jacob Mooy Nafi, SH.MH, saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan, terkait laporan dugaan tidak pidana penggelapan itu management BPR Christa Jaya sudah dimintai keterangan.

“Mereka melampirkan surat bahwa pada prinsipnya mereka mengakui bahwa ada hak dari pak Albert selaku notaris yang sudah menerbitkan beberapa produk akta terkait kepentingan BPR Christa Jaya yang nanti dibayarkan”. Jelas Boby.

Boby pun menambahkan, namun dalam isi surat yang sudah disampaikan kepada Albert Riwu Kore bahwa BPR Christa Jaya meminta untuk mengembalikan sertifikat sebanyak 9 buah hasil dari pecahan 1 sertifikat.

Dikatakan Kasat Reskrim bahwa dalam waktu yang bersamaan terkait laporan Albert Riwu Kore ke Polres Kupang Kota, Management BPR Christa Jaya juga melaporkan Albert Riwu Kore ke Polda NTT terkait dugaan penggelapan sertifikat.

“Artinya kita akan adakan gelar perkara bersama untuk bisa menentukan ada tidaknya peristiwa pidana dalam kedua laporan ini”. Pungkas Kasat Reskrim Polres Kupang Kota ini yang selalu familiar


Reporter: Ricky Anyan


Komentar