Albert Riwu Kore Dan BPR Chirsta Jaya Saling Lapor

  • Bagikan

KUPANG, Flobamora-news.com –Terkait laporan ke Polres Kupang Kota pada tanggal 14 Januari 2019 dengan nomor: LP/B/056/I/2019 Res Kupang Kota tentang dugaan tindakan penggelapan dana nasabah yang dilakukan Manajemen Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Christa Jaya, Albert Riwu Kore, SH selaku Notaris mendesak Penyidik Polres Kupang Kota agar segera menindaklanjuti kasus ini.

Sebagai seorang notaris dirinya merasa dirugikan oleh tindakan penggelapan ini dan meminta Polres Kupang Kota untuk segera menggelar perkara tehadap kasus yang merugikan masyarakat ini.

Swipe up untuk membaca artikel

“Saya secara pribadi telah melaporkan kasus penggelapan yang dilakukan oleh management BPR Christa Jaya atas beberapa dana nasabah yang berjumlah puluhan juta rupiah dan kasus ini sudah dilaporkan pada tanggal 14 Januari 2019 yang lalu”. Kata Albert kepada media ini Senin, (14/10/2019).

Menurutnya diduga karena kesibukan dari penyidik Polres Kupang Kota sehingga sampai sekarang laporan kami belum ditindaklanjuti ke tingkat penyidikan berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) yang kami terima pada tanggal 11 Oktober 2019 bahwa penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pemeriksaan terhadap terlapor dalam hal ini BPR Christa Jaya.

Baca Juga :   Buron Enam Bulan Pelaku Perkosaan dan Pembunuhan Nenek Ditangkap Polsek Tulang Bawang Tengah

“Kami mengharapkan penyidik Polres Kupang Kota segera melaporkan gelar perkara terhadap kasus yang merugikan masyarakat ini. Kasus ini merupakan dana-dana masyarakat yang sejogyanya disetor ke notaris yang merupakan jasa notaris akan tetapi sampai saat ini tidak disetor BPR Christa Jaya ke notaris walaupun itu sudah dilakukan penagihan dan somasi”. Tandas Albert.

Lanjut Albert, Apabila BPR Crista Jaya mengaitkan hal ini dengan kewajiban soal pemecahan sertifikat maka itu hal yang berbeda.

Seharusnya manajemen BPR Christa Jaya segera melakukan pembayaran dari dana-dana nasabah yang ditahan oleh BPR. Oleh karena itu, sebenarnya kasus ini sudah murni tindak pidana penggelapan dana nasabah oleh BPR Christa Jaya.

Seharusnya ada beberapa nasabah yang sejogyanya sudah harus menyetor ke notaris yang merupakan jasa notaris, tapi sampai saat ini walaupun sudah ditagih tapi BPR Christa Jaya berdalih bahwa dana ini masih ada kaitan dengan kasus lain. Demikian urai sang notaris ini.

Albert menambahkan, ini adalah hal yang berbeda dan dirinya mengharapkan manajemen BPR Christa Jaya harus bertindak secara profesional menangani kasus-kasus semacam ini. Jangan mencampur adukan satu masalah dengan masalah lain, karena BPR adalah sebuah Bank dimana dalam prakteknya itu merupakan lembaga yang harus dipercaya oleh masyarakat.

  • Bagikan