Beranda Hukum & Kriminal Alfred Baun: Bupati TTS Terlalu Sangat Diskriminatif dan Tebang Pilih

Alfred Baun: Bupati TTS Terlalu Sangat Diskriminatif dan Tebang Pilih

1297
0

SOE, Flobamora-news.com – Bil Nope mewakili Keluarga mengatakan kepada media ini bahwa, dasar apa yang dipakai oleh Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) untuk melakukan penggusuran.

Menurut Bil bahwa, saya sudah 20 tahun lebih menjadi pengacara tetapi belum pernah temukan Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati diberi kekuasaan atau kewenangan berdasarkan Undang-.Undang untuk melakukan eksekusi.

“Kita tidak boleh kopi paste aturan yang ada di dataran Jawa, karena tata ruang kita berbeda dengan tata ruang di Jawa, serta Peraturan Daerah (Perda) di Jawa beda dengan Perda yang dimiliki oleh Kabupaten TTS”, kata Bil.

“Saya pikir Pak Bupati adalah seorang bapak yang bertindak bijak, sehingga ketika masyarakatnya kehujanan dipayungin, ketika masyarakat sakit beliau hadir untuk mengobati, tapi bukan untuk menghancurkan”, kata Bil.

“Seharusnya hadir untuk mediasi.dan pola yang harus dipakai adalah pola peesuasif bukan main gusur-gusur saja. Karena ruang yang diberikan untuk eksekusi atau penggusuran itu hanya pengadilan dan pengadilan juga menggunakan bermacam upaya,. Eksekusi itu baru akan dilakukan bukan saja keputusan, tetapi keputusan mana telah dianggap inkra. Artinya tidak ada upaya hukum, baru di lakukan eksekusi. Saya anggap bahwa Bupati Epi Tahun terlalu sangat diskriminatif, dan tebang pilih”, jelas Bil.

Ketua ARAKSI  Alfred Baun.S.H. mengatakan, Pemerintah dalam hal ini Bupati TTS, menaruh pisau pada rakyat yang ada di atas tanah tersebut. Kenapa, karena sistem dinamika akan keluar dan menuai pertanyaan bahwa kenapa saya punya digusur sedangkan yang lain tidak. Apa bedanya yang digusur dengan yang tidak digusur. Sedangkan semuanya tinggal di tanah yang dianggap itu milik Pemerintah Daerah. Seharusnya kalau pemerintah mau menegakan keadilan maka semua bangunan yang dibangun di atas lahan tersebut harus digusur. Sehingga tidak terkesan yang lain di anak tirikan, sedangkan yang lain di anak emaskan.

“Saya juga berpendapat bahwa Bupati terlalu diskriminatif”, jelas Alfred.

Anggota DPRD selaku Ketua Komisi III Roy Babis kepada media ini di ruang kerjanya mengatakan bahwa, kami minta kalau memang ini lokasi masuk dalam lokasi civik center yang tertuang di dalam rencana detail tata ruang (RDTR), itu harus dipilah dalam zona campuran. Karena ada zona campuran yang sudah dibangun sebelum perda tentang RDTR itu.

“Jadi kita minta setelah ini Perda ditetapkan, tidak boleh bangun bangunan lagi di wilayah civik senter, dan permintan kami sudah ditindak lanjuti oleh pemerintah”, kara Roy.

“Kita sayangkan, kenapa saat mereka bangun bangunan tidak ditegur saat itu, dan menunggu yang bersangkutan susah selesai membangun dan atap baru mau proses penertiban, dan kita juga minta pemda agar menertibkan juga bangunan yang baru dibangun di wilayah Civik Center”, tegas Roy.

 

Pemberitaan Sebelumnya:

Sementara Bupati TTS, Egusem Tahun, kepada awak media bahwa kita harus sepakat bahwa tanah itu adalah milik pemerintah daerah, yang luasnya 246,4 hektar, dan tanah ini pemerintah daerah sudah mendapat pelepasan hak dari kementrian kehutanan dan lingkungan hidup. Tanah ini sudah bisa kita sertifikasi. Saya selaku Bupati, di percayakan oleh rakyat untuk mengamankan aset, dan tindakan yang pemerintah lakukan bukan pengusuran. Karena pemerintah sudah lewati semua tahapan, yaitu diberikan surat teguran satu sampai tiga.

“Kita sudah berikan surat teguran Tiga kali, setelah itu kita lakukan persuasif dari Lurah dan Camat, tetapi yang bersangkutan dalam hal ini Robi Mella tidak mengindahkan dan terus membangun. Langkah selanjutnya kami pemerintah harus bertindak untuk pengamanan aset”, kata Bupati.

“Sedangkan kenapa tidak semua di tertibkan, karena sesuai dengan perda RDTR, bahwa yang harus ditertipkan adalah bangunan yang dibangun setelah di tetapkannya perda RDTR. Lanjut Epy, kami sudah menegur semua yang baru membangun, dan jika mereka tidak mengindahkan maka kami akan segera menertibkan”, tegas Epy.

 


Reporter: Yor T


Komentar