Beranda Politik Aneh! Saat Bupati Gelar Kunjungan Air Mengalir,Ketika Pulang Airpun Ikut Pulang

Aneh! Saat Bupati Gelar Kunjungan Air Mengalir,Ketika Pulang Airpun Ikut Pulang

235
0

SOE, Flobamora-news.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar rapat paripurna. Pasalnya kegiatan tersebut dalam rangka pembahasan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD tahun anggaran 2021 pada masa persidangan 1 tahun sidang 2021-2022. Hal tersebut berlangsung di ruang sidang paripurna pada, Selasa (21/09/2021)

Sidang tersebut dihadiri oleh Bupati Egusem P.Tahun, sebagian OPD kabupatrn TTS, Ketua dan Wakil Krtua DPRD bersama seluruh anggota.

Dalam pemandangan umum fraksi partai kebangkitan bangsa (PKB) meminta penjelasan terhadap saluran perpipaan, (air bersih) yang dialirkan dari Desa Fat menuju ke Fesa Hoineno, dan Desa Nunkolo, serta fasilitas umum yang berada di Kecamatan Nunkolo. Karena sepanjang Bupati berkunjung, air mengalir, namun ketika bupati pulang, maka air pun ikut pulang.

Selanjutnya pemandangan umum fraksi Demokrat dalam catatan pentingnya mendesak pemerintah daerah agar melakukan kajian terhadap kenaikan tarif dasar air bersih (iuran bulanan pelanggan) dari PDAM sebesar 200%. Hal ini harud ditinjau kembali dan menurunkan tarif iuran bulanan pelanggan. karena dirasakan terlalu membebani pelanggan. Kehadiran PDAM tidak hanya untuk mengejar profit, tetapi untuk pelayanan sosial ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Pandangan Umum, Fraksi Partai Golkar meminta agar pemerintah memperhatikan insentif tenaga kontrak daerah yang sudah 6 bulan belum dibayarkan, kiranya segera di tindak lanjuti. Lebih lanjut fraksi golkar meminta pemerintah melalui dinar pendidikan dan kebudayaan kabupaten TTS, terhadap gaji guru yang sering terlambat dibayar.

Pandangan umum fraksi HANURA menyoroti pembuangan limbah rumah makan Singgalang. Akibat dari limbah tersebut, sumur yang dimiliki oleh masyarakat yang dikonsumsi sudah berubah warna menjadi warna coklat dan tidak bisa dikonsumsi lagi, Fraksi HANURA meminta dinas terkait untuk menindak lanjuti karena sangat mengganggu.

Pandangan Umum fraksi PDI Perjuangan DPRD kabupaten TTS meminta agar pemerintah kabupaten TTS, turut berpartisipasi aktif dalam penyebarluasan informasi, tentang ke ikut sertaan objek wisata Fatumnasi dalam ajang bergengsi, yaitu API 2021, dalam nominasi “Surga yang tersembunyi”. Terhadap hal tersebut, fraksi PDI Perjuangan mengajak kita semua, baik pemerintah daerah, lembaga DPRD, dan seluruh masyarakat TTS agar ikut berpartisipasi melalui vote SMS, Like Vidio akun Youtube API Award dan Like Vidio pada akun instagram “Ayo jalan-jalan Indonesia”.

Pandangan umum fraksi PKP Indonesia DPRD kabupaten TTS meminta kepada pemerintah daerah melalui Diskominfo agar pada masa pandemi covid-19 ini dapat menambah jaringan internet atau hospot si sejumlah fasilitas umum untuk di manfaatkan oleh seluruh masyarakat kabupaten TTS, mengingat sebagian besar kegiatan yang dilaksanakan secara Virtual.

Pemandangan umum fraksi Gerindra DPRD tentang tambahan penjelasan pemerintah daerah terkait realisasi pembayaran tunggakan dana kesra bagi ASN pada tahun 2019 di 6 OPD yaitu BAPEDA, Dinas tenaga kerja dan transmigrasi, BPKAD, kecamatan toianas, kecamatan Nunbena dan kecamatan Mollo Barat, dengan total anggaran sebesar Rp. 478.361.500.

Pemandangan umum Fraksi Partai Nasdem meminta kepada pemerintah daerah dan DPRD harus secara tegas memangkas anggaran-anggaran yang tidak terlalu urgen di fase krisis akibat pandemi ini. Untuk itu, sepantasnya pimpinan daerah, DPRD, OPD dan semua elemen pemerintahan terkait memiliki skala prioritas dalam menentukan target kinerja dan penyerapan anggaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.



    Reporter: YOR Tefa


    Komentar