Beranda Politik Anggota DPRD Belu Minta Masyarakat Belu Jangan Pilih Pemimpin yang Bawa Kalkulator...

Anggota DPRD Belu Minta Masyarakat Belu Jangan Pilih Pemimpin yang Bawa Kalkulator ke Mana-Mana

552
0

Belu, Flobamora-news.com – Salah satu anggota DPRD Kabupaten Belu dari fraksi Golkar, Benediktus Hale menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Belu untuk pada Pilkada Belu tanggal 9 Desember 2020 mendatang harusnya memilih pemimpin yang rajin membaca buku, bukan pemimpin yang ke mana-mana hanya membawa kalkulator.

Hal ini disampaikan anggota DPRD kabupaten Belu, Benediktus Hale dalam Kampanye Paket Sehati di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Sabtu (21/11/2020).

Dirinya menjelaskan bahwa pemimpin yang rajin membaca buku adalah pemimpin yang pintar, cerdas, banyak mengerti tentang persoalan rakyat, dan mampu membawa rakyatnya menuju perubahan.

Karena itu Anggota DPRD Belu 2 Periode ini, meminta agar masyarakat jangan memilih pemimpin karena dibayar, melainkan memilih pemimpin yang pintar dan mengerti persoalan kesehatan rakyatnya.

“Pilih paket SEHATI menuju perubahan, agar membawa Belu ini lebih sehat dan sejahtera, kurang lebih empat tahun ke depan. Pilih pemimpin yang banyak membaca buku, banyak mengerti masalah rakyat. Bukan pilih pemimpin yang kemana-mana pakai kalkulator,” pungkas Bene Hale.

Sementara itu, Anggota DPRD Belu dari Fraksi Golkar ini juga mengungkapkan terkait nasib warga eks Timor-Timur, pemerintah Daerah Belu periode lalu tidak serius memperhatikan soal kesejahteraan para pengungsi. Padahal, menurutnya, di dunia ini tak seorang pun menginginkan hidupnya menjadi pengungsi.

Dikatakannya, warga eks Tim-tim tahun 1999 memilih datang ke Indonesia atas dasar rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tetapi, sampai di sini, tanah tidak ada, air juga beli. Karena itu, paket SEHATI hadir untuk menjawab persoalan itu. Tanggal 9 Desember, tusuk nomor 2, paket SEHATI, supaya orang jangan bilang kita tanah tidak ada, air kita beli. Cinta tanah air, tapi tanah tak punya, air beli. Termasuk saya, sampai sekarang masih beli air. Kita minta di pemerintah, buka kran angin saja yang keluar, air tidak ada. Tapi kampanye di mana-mana, mereka bilang berhasil menciptakan air bersih,” ujar Bene Hale yang juga salah satu warga exodus tahun 1999 tersebut.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar