Beranda Politik Ruangan Pimpinan DPRD TTU Disegel, Begini Alasannya

Ruangan Pimpinan DPRD TTU Disegel, Begini Alasannya

484
0

Kefamenanu, Flobamora-news.com – Aksi spontan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)  menyegel ruangan pimpinan  merupakan ungkapan kekecewaan anggota terhadap pimpinan yang selalu lambat dalam menyikapi setiap usulan anggota (DPRD,red) terkait aspirasi masyarakat.

Aksi segel  pintu ruangan Ketua DPRD TTU Hendrik F. Bana, S.H dan Wakil Ketua I DPRD TTU, Yasintus Lape Naif, dilakukan pada, Kamis (28/1/2021) sedangkan ruang kerja Wakil Ketua II DPRD TTU, Drs. Amandus Nahas tidak disegel. Pasalnya, Amandus telah mengundurkan diri usai ikut berkompetisi dalam Pilkada Kabupaten TTU 2020 lalu.

Salah Satu Anggota DPRD TTU, Johny Salem, ST ketika dihubungi wartawan melalui pesan WhatsApp (WA) membenarkan aksi tersebut bahwa dirinya bersama beberapa anggota dewan lainnya telah melakukan aksi segel terhadap ruangan pimpinan DPRD TTU.

“Ya Ini akumulasi reaksi kekecewaan kami terhadap sikap pimpinan DPRD yang selalu menghindar untuk melakukan evaluasi kinerja lembaga”  ungkap Sekertaris Fraksi Ampera itu.

Lebih lanjut, anggota Dewan Dapil IV, itu menjelaskan bahwa Evaluasi kinerja ini digagas oleh anggota dalam menyikapi lambatnya pimpinan DPRD.

“Bentuk evaluasi kerja ini digagas oleh anggota dalam menyikapi lambatnya pimpinan DPRD dalam mengakomodir setiap usulan anggota DPRD atas aspirasi masyarakat yang tidak pernah di tindaklanjuti,” tegasnya.

Dirinya pun melanjutkan bahwa misalkan ada beberapa persoalan yang belum diakomodir antara lain:

1. Persoalan pertambangan di Desa Naiola yang sudah dilakukan kunjungan lapangan oleh lembaga DPRD dipimpin oleh ketua DPRD sejak bulan Juli tahun 2020 tetapi tidak ada respon hingga hari ini.

2. Aspirasi dari sejumlah guru kontrak ke DPRD yang sudah diterima oleh komisi/alat kelengkapan DPRD namun pimpinan juga tidak menindaklanjuti harapan anggota untuk pembentukan Pansus untuk mendalami persoalan tenaga kontrak daerah.

3. Evaluasi umum diawal tahun terhadap kinerja lembaga DPRD tahun lalu untuk memperbaiki kinerja DPRD di tahun 2021 namun pimpinan selalu menghindar, terakhir dalam rapat koordinasi tanggal 26 Januari 2021 disepakati untuk diagendakan rapat evaluasi pada tanggal 28 januari hari ini namun setelah semua anggota hadir ternyata pimpinan secara sepihak menunda lagi jadwal rapat evaluasi ke Minggu depan tanpa alasan yang jelas.

Johny Salem pun menjelaskan kenapa sampai terjadi aksi segel ini, bahwa secara politik itu mengasosiasikan pandangan anggota terhadap pimpinan DPRD yang menutup mata terhadap berbagai persoalan publik.

“Ya kenapa kita harus segel pintu? Karena secara politik itu mengasosiasikan pandangan anggota terhadap pimpinan yang menutup mata terhadap berbagai persoalan publik. Dan sudah cukup banyak upaya koordinasi yang dilakukan dalam mendorong sikap tegas dari pimpinan namun pimpinan selalu menghindar. Padahal ada pasal dalam tata tertib (Tatib) DPRD yang menjadi tugas pimpinan DPRD menyampaikan laporan kinerja pimpinan dalam rapat paripurna namun mereka (Pimpinan,red) tidak pernah lakukan,” tutup Ketua DPC Partai Demokrat TTU itu.

 


Reporter: Jhovan Faot


Komentar