Beranda Hukum & Kriminal ASAB: Hentikan Kekerasan Terhadap Masyarakat Besipae

ASAB: Hentikan Kekerasan Terhadap Masyarakat Besipae

377
0

SOE,Flobamora-news.com – -Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke – 75 Republik Indonesia
Aliansi Solidaritas Besipae (ASAB) gelar upacara pengibaran bendera merah putih guna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke–75 Republik Indonesia. Uapacara tersebut di Desa Linamnutu Kecamaran Amqnuban Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada, Senin, (17/8/2020).

Salah satu anggota Aliansi Solidaritas Untuk Besipae, Rino Sola melalui pers rilis yang di terima Sepangindonesia.co.id, Selasa(18/8/2020)
mengungkapkan, kegiatan upacara pengibaran bendera sang saka merah putih dalam rangka HUT RI ke – 75 di Besipae yang dilakukan oleh Aliansi Solidaritas Besipae untuk membangkitkan semangat perjuangan anak muda dan bapak mama di Besipae, Desa Linamnutu yang tanah dan rumah mereka di gusur oleh pemerintah provinsi NTT.

Rino menjelaskan dalam Pasal 18 B ayat 2 UUD 1945 menyatakan bahwa Negara mengakui dan
menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya
sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangannya masyarakat dan prinsip
Negara kesatuan Republik Indonesi”,Aktivis PMKRI Kupang itu.

Dikatakan Rino, mengacu pada konstitusi tersebut bahwa hutan adat
Pubabu merupakan bagian dari kesatuan masyarakat adat yang sepatutnya dilindungi, dihormati dan diakui oleh Pemerintah, baik itu pemerintah pusat, provinsi dan
pemerintah daerah”Ungkap Rino.

“Kita lihat bersama sebanyak 34 kepala keluarga rumahnya digusur tanpa adanya Negosiasi. Penggusuran membuat masyarakat kehilangan tempat tinggal mereka, sampai saat ini mereka tinggal di bawah naungan pohon dan bale-bale yang dibuat seadanya untuk bayi dan anak kecil, sungguh sangat miris kebijakan ini”,tambah Rino kesal

Banyak tekanan yang membuat anak-anak sangat trauma dengan kehadiran TNI, Brimob, Dan Sat Pol PP disini, semestinya Pemerintah jangan gegabah dalam hal ini mengingat tanah ini belum ada kepastian hukum. Semestinya kehadiran TNI/POLRI Memberikan perlindungan kepada masyarakat Besipae bukan menghantui masyarakat dengan senjata Laras panjang”,Ujar Germas PMKRI Cabang Kupang itu.

Semestinya di hari kemerdekaan RI ke 75 ini kita sama-sama merayakan dengan penuh sukacita tetapi mengapa masyarakat Besipae harus merasakan sesuatu yang paling buruk dalam hidup mereka di momentum proklamasi ini”,Tegas Rino.

Kami sudah sampai di DPRD tapi sampai saat ini belum ada info terkait persoalan ini, sangat miris anak-anak di Besipae tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SD karena ijasah TK mereka tidak diberikan. Alasannya adalah guru mereka melakukan porno aksi
Tanggal 09 februari 2020 dan tanggal 12 mey 2020 di Besipae Desa Linamnutu.

Masyarakat sampai saat ini masi hidup dalam bayang-bayang ketidak pastian, diakibatkan mereka tidak memiliki tempat tinggal dan lahan pertanian sebagai sumber mata pencarian.

Harapan besar kami di momentum proklamasi ini Pemerintah Provinsi NTT memberikan kembali hak-hak masyarakat berupa tempat tinggal yang layak, lahan pertanian serta menarik kembali pihak keamanan di lokasi Besipae ini agar masyarakat tidak merasa tertekan”, Tutup Rino Sola Germas PMKRI Kupang

JK



Reporter: Ricky Anyan


Komentar