Beranda Lintas NTT Badan Bahasa Sosialisasi Pengutamaan Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Badan Bahasa Sosialisasi Pengutamaan Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

218
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Badan Bahasa terus berupaya mengenalkan dan memperjuangkan keberadaan dan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik, benar dan santun.

Bertempat di Ruang Kolbano Hotel Swissbell, Selasa/8 Mei 2018 digelar Sosialisasi Pengutamaan Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik dihadiri oleh berbagai instansi seperti Dinas Perhubungan Kota Kupang, Perum Angkasa Pura, Pemerintah Kota Kupang, Perwakilan Media dan Kepala Sekolah SeKota Kupang serta Kantor Bahasa NTT sebagai UPTD Badan Bahasa memfasilitasi Kegiatan Sosialisasi Pengutamaan Penggunaan Bahasa Indonesia

“Penggunaan Bahasa Indonesia harus Lebih diutamakan dibanding penggunaan istilah asing di Ruang publik “, jelas Hidayat Widiyanto, Kepala Sub Bidang Pengendalian, Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Bahasa Negara dan Ruang Publik, Sesuai UUD 1945 menegaskan bahwa Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Komunikasi ragam resmi dan Lembaga harus menggunakan Bahasa Indonesia

Hidayat Widiyanto Juga menegaskan tentang Sikap positif pengutamaan penggunaan bahasa negara di ruang Publik Harus sesuai dengan UUD 1945 pasal 36 dan UU No 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebanggsaan dan Perarturan Pemerintah 57 Tahun 2014 tentang pengembangan pembinaan Bahasa dan Sastra dan peningkatan fungsi Bahasa Indonesia.

Adapun beberapa Pasal dalam UU No 24 Tahun 2009 yang menjabarkan dan mewajibkan Pengutamaan Penggunaan Bahasa Indonesia diantaranya:

Pasal 32 Forum yang bersifat Nasional Atau Internasional Wajib menggunakan dan utamakan Bahasa Indonesia

Pasal 36 Nama Bangunan, Gedung, Apartemen, Jalan, Perkantoran, Lembaga Perkantoran, Usaha, Lembaga Pendidikan, Lembaga Hukum, Pemukiman yang berbadan Hukum Indonesia Harus menggunakan Bahasa Indonesia

Pasal 37 Produk Jasa barang produksi dalam Negeri Atau Luar Negeri yang beredar

Pasal 38 Rambu Umum, penunjuk jalan, fasilitas umum dan Kain rentang

“Bagaimana sikap Kita terhadap penggunanaan Bahasa Indonesia di Ruang publik, sikap Kita mau Atau tidak menggunakan Bahasa Indonesia? Terlepas itu Salah Atau benar? Jika sudah memunculkan konteks Bahasa Indonesia, Itu sudah diutamakan” , tandas Hidayat.

Hidayat memaparkan Dari 515 kab/Kota Hanya 109 kab/Kota dengan Ruang publik yang telah mengutamakan Penggunaan Bahasa Indonesia, sisanya menggunakan bahasa asing.

“Kecenderungan Penggunaan Bahasa asing harus dilakukan pendekatan sehingga tidak terus meningkat “, tandas Hidayat

Program Bemo Raisa Kantor Bahasa NTT

Kantor Bahasa NTT sebagai UPT Badan Bahasa telah melakukan Pengutamaan Penggunaan Bahasa Indonesia dengan Program Bemo Raisa dan Kedepan direncanakan pembekalan bagi wartawan.

“Kantor Bahasa Indonesia NTT telah melaksanakan Pengutamaan penggunaan Bahasa Indonesia dengan menjalankan Program Bemo Raisa (Ramah Bahasa Indonesia) “, terang Kepala Kantor Bahasa NTT, Valentina L Tanate

Tambah Valentina, “Kerja sama dengan Pemkot Kupang, Dinas Perhubungan Kota Kupang dan Kantor Bahasa NTT Kerja sama sejak tahun 2016 dengan Program Bemo Raisa (Bemo Ramah Bahasa Indonesia). (*/dure)

Komentar