Beranda Hukum & Kriminal Bangun Pagi Yosepus Nesimnasi Temukan Anaknya Tergantung di Ruang Tamu

Bangun Pagi Yosepus Nesimnasi Temukan Anaknya Tergantung di Ruang Tamu

1151
0

SOE-Flobamora-news.com – Saat bangun pagi hendak memadamkan lampu di ruang tamu, Yosepus Nesimnasi kaget menemukan anaknya Peter Nesimnasi (22) dalam keadaan tergantung, di rumahnya RT.05/RW.02 Dusun A, dDsa Tublopo Kecamatan Amnuban Barat Kabupaten TTS Proninsi NTT pada, Jumat (21/8/2020).

Menurut Ayah Kandung korban Yosepus Nesimnasi mengatakan bahwa, pada pagi hari pukul 05:08 WITA, saat ingin memadamkan lampu di ruang tamu, saya kaget melihat anak saya, peter nesimnasi (korban) sudah tergantung di ruang tamu kami. Karena panik saya memanggil anak saya yang satu Melianus Nesimnasi untuk datang menolong korban yang sementara tergantung.

Saksi lain Imanuel Pu’ay kepada awak media bahwa, informasi yang saya peroleh ketika saya berada di TKP bahwa, Sekitar pukul 09:00 WITA, korban baru pulang dari kerja Kuburan di Sonaf Niki-Niki.Korban masuk ke dalam rumah tanpa memanggil ayahnya yang dalam kondisi sedang sakit. Ayah korban mendengar bunyi pintu yang di buka oleh korban. Lalu korban masuk ke dalam rumah dan setau ayah kandung korban, anaknya ingin tidur di kamar nya. Namun setelah bangun pagi ayah korban ingin memadamkan lampu, ia melihat korban sudah tergantung, lalu ayah korban pergi membangunkan kakak korban Melianus Nesimnasi.

“Ayah korban memanggil kakaknyan Melianus setelah tiba di TKP, ia pun menghubungi saya melalui sambungan telepon, lalu ketika saya berada di TKP, maka barulah saya menghubungi polsek Amanuban barat”, jelas Imanuel.

“Sejauh yang saya tahu, korban tidak ada masalah dengan keluarga, namun bisa saja ada masalah lain sehingga korban harus mengahiri hidupnya dengann cara seperti ini”, kata Imenuel.

Sementara itu Kapolsek Amanuban Barat, Peltu, Empisnus yang di dampingi Tim Identifikasi Polres TTS bahwa, kasus ini murni bunuh diri, Tidak ada tanda lekerasan pada tubuh korban serta tidak ditemukan sidik jari orang lain pada tubuh korban.

“Motif bunuh diri ini belum diketahui pasti, namun diduga mungkin ada masalah pribadi sehingga korban harus mengahiri hidupnya dengan cara seperti ini”, kata Kapolsek

“Dari hasil indentifikasi, diduga kuat korban mencoba bunuh diri dua kali, karena Tim Identifikasi menemukan tali yang digunakan oleh korban untuk gangung diri, terdapat dua simpul. Sehingga diduga saat korban gantung diri tali yang digunakan putus. Ia melakukan bunuh diri yang kedua kali, dengan membuat simpul yang baru pada tali yang digunakan untuk mengahiri hidupnya”, jelas Empisnus.

Reporter: Jor.Mer

/br>


Reporter: Ricky Anyan


Komentar