Beranda Humaniora Banjir di Desa Skinu dan Fatumanufui Terus Berulang Tahun, Pemda TTS Terkesan...

Banjir di Desa Skinu dan Fatumanufui Terus Berulang Tahun, Pemda TTS Terkesan Acuh Tak Acuh

1061
0

SOE -flobamora.news.com – Hujan deras mengguyur Kabupaten Timor Tengah Selatan sepanjang hari menyebabkan banji di Desa Skinu dan Fatumanufui Kecamatan Toianas Banjir terjadi karena sedimen lumpur di kali tersebut sudah sangat tinggi. Bahkan saat ini tingginya nyaris sama dengan permukiman masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD  Ruba Banunaek di ruang kerjanya pada, Jumat (2/4/2021).

Menurut Ruba, bahea sedimen lumpur di kali tersebut sudah sangat tinggi bahkan nyaris sama dengan permukiman masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan air kali Hanmasi meluap ke pemukiman masyarakat dan kebun masyarakat. Pendangkalan permukaan kali Hanmasi juga menyebabkan adanya perubahan alur kali Hanmasi.

“Alur kali awalnya tidak melewati kawasan pemukiman masyarakat.namun karena lumpurnya sudah sangat tinggi menyebabkan terjadinya pendangkalan kali. Hal ini menyebabkan terjadi perubahan alur air melewati kawasan pemukiman dan perkebunan masyarakat.
Untuk penanganan darurat guna mengurangi dampak banjir maka pemerintah harus segera mengeruk sedimen lumpur di kali Hanmasi”, jelas Ruba

“Banjir di Desa Skinu dan Fatumanufui ini bukan yang pertama tapi sudah berkali-kali bahkan berulang tahun. Penyebabnya masih sama dengan banjir tahun kemarin. Karena sumber masalahnya belum diatasi, ya banjir kembali berulang. Oleh sebab itu, hemat saya Pemda TTS harus segera mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimen lumpur di kali Hanmasi dan mengembalikan alur kalinya seperti semula,” kata Ruba kepada awak media

Sementara itu Anggota DPRD Kenas Afi mengatakan bahwa sumber banjir di Desa Skinu dan Fatumanufui sebenarnya sudah diketahui Pemda TTS karena musibah banjir sudah berulang kali melanda desa tersebut. Namun hingga saat ini tidak ada tindakan nyata dari Pemerintah Daerah untuk mengatasi masalah tersebut. Akibatnya, masyarakat Desa Meusin terpaksa harus mengalami banjir berulang.

“Sumber banjir ini Pemda sudah tahu. Tapi tidak ada tindakan untuk menyelesaikan sumber masalahnya sehingga masyarakat yang jadi korban. Oleh sebab itu, kita desak Pemda TTS segera mengalokasikan anggaran untuk membangun Bronjong di kali Hanmasi dan melakukan normalisasi kali tersebut sehingga banjir tidak lagi melanda wilayah tersebut,” tutup Kenas.


Reporter:   YOR T


Komentar