Beranda Hukum & Kriminal Bayi Perempuan berusia Dua Tahun Tega Dibunuh Ibunya Gara-Gara Ngompol

Bayi Perempuan berusia Dua Tahun Tega Dibunuh Ibunya Gara-Gara Ngompol

842
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Nasib naas menimpa Bayi perempuan berusia Dua tahun. Pasalnya bayi tersebut dibunuh oleh ibu kandungnya gara-gara ngompol di tempat tidur. Pelaku pembunuhan Adriana Lulu Djami (33) kini telah diamankan aparat Kepolisian Resor Kupang Kota.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manase Jaha, kepada wartawan membenarkan kejadian itu pada, Jumat (3/1/2020).

Menurutnya, kasus itu terjadi pada Rabu (1/1/2020) sekitar pukul 22.20 wita. Pelaku diketahui membawa korban (anaknya) dalam keadaan meninggal dunia dan dikuburkan di jalur penghijauan Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa Kota Kupang Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu saksi mata, anggota POM AU, Serda Helman, Pratu Bayu dan Prada Kurniawan  menerangkan, sekitar pukul 22.15 Wita melaksanakan
patroli dengan menggunakan mobil Patroli 5357-03 ke arah Bandara El Tari. Sekitar 50 meter dari bundaran arah menuju bandara, unit patroli pom AU melihat motor Honda Beat DH 3360 BU terparkir di tepi jalan.

Karena merasa curiga, Pratu Bayu dan Prada Kurniawan berusaha mencari pemilik motor. Setelah dilakukan pengecekan di sekitar lokasi, anggota POM AU menemukan seorang perempuan (pelaku) dan mayat bayi perempuan yang sudah tergeletak di tanah masih mengenakan pakaian bayi.

“Kami langsung membawa pelaku ke pos sambil menghubungi aparat kepolisian,” ujarnya kepada wartawan,

Ia mengatakan, pelaku merupakan ibu rumah tangga dan menetap di kos Jalan TTU, Uki Tau, RT 042/ RW 002 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

Menurut pengakuan pelaku, ia kecewa karena anaknya (korban) yang masih berumur 2 tahun ngompol di kasur. Ia kemudian membenturkan kepala korban secara berulang-ulang di tembok. Korban  yang mengalami luka pada bagian kepala langsung panas tinggi dan kejang-kejang.

“Pelaku sempat memberikan obat. Sekitar pukul 16.00 Wita, korban kembali kejang-kejang. Pelaku panik dan sempat memberikan nafas buatan namun korban tidak tertolong dan meninggal dunia,” katanya.

Pelaku lalu menghubungi suaminya dan memberitahukan bahwa korban sudah meninggal dunia. Sekitar pukul 18.00 Wita, suaminya datang ke tempat kejadian. Karena kondisi korban sudah meninggal dunia, suaminya menyuruh pelaku menguburkan korban di hutan dekat bandara.

“Sekitar pukul 21.00 Wita, pelaku pergi ke tempat kejadian setelah sebelumnya telah menggali tanah menggunakan besi dan serok penggorengan dengan kedalaman sekitar 20 Centi Meter. Selesai menggali tanah pelaku kembali ke kos mereka. Sekitar pukul 22.00 Wita, pelaku membawa korban dengan cara menggendong di bagian depan dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat ke tempat kejadian untuk menguburkan korban,” tambahnya.

Namun upaya penghilangan nyawa anak kandung tersebut digagalkan, karena pukul 22.30 Wita, pelaku langsung diamankan anggota POM AU yang sedang berpatroli di Pos SPKT Pos Polisi Militer Lanud El Tari Kupang.

“Pukul 00.10 Wita, ambulance Rumah Sakit Bhayangkara tiba di Pos Polisi Militer TNI AU dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum. Pelaku dan suaminya menikah siri di TDM pada tanggal 25 Oktober 2016 dan pelaku merupakan istri kedua. Menurut keterangan pelaku bahwa pelaku mengalami depresi dan permasalahan ekonomi serta adanya permasalahan dengan suaminya,” tandasnya. (Dian T)


Reporter: Ricky Anyan


Komentar