Beranda Opini Belajar di Tengah Pandemi Covid-19

Belajar di Tengah Pandemi Covid-19

780
0

Harus dipastikan bahwa anak-anak tetap belajar meski dalam situasi pandemi Covid-19. Kondisi ini memaksa pendidik untuk mentransformasikan anjuran pemerintah demi keberlangsungan proses belajar siswa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim pun akhirnya menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Corona Virus Disease (Covid-19).

Terkait belajar dari rumah. Mendikbud menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (daring)/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan dalam menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. “Kami ingin menganjurkan bagi daerah yang sudah melakukan belajar dari rumah agar dipastikan gurunya juga mengajar dari rumah untuk menjaga keamanan guru, itu sangat penting,” pesan Nadiem.

Pembelajaran jarak jauh difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus korona dan wabah Covid-19. Adapun aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk dalam hal kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah. Bukti atau produk aktivitas belajar diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

“Walaupun banyak sekolah menerapkan belajar dari rumah, bukan berarti gurunya hanya memberikan pekerjaan saja kepada muridnya. Tetapi juga ikut berinteraksi dan berkomunikasi membantu muridnya dalam mengerjakan tugasnya. Mohon walaupun bekerja dari rumah, mohon siswa-siswa kita juga dibimbing,” jelas Mendikbud.

“Kami sedang dan terus melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan telekomunikasi untuk memberikan subsidi data bagi siswa dan guru yang melakukan pembelajaran daring,” imbuhnya.

Menyoal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020, Mendikbud dalam situs resmi kemendikbud.co.id meminta agar Dinas Pendidikan dan sekolah dapat menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orang tua secara fisik di sekolah. Kemudian, PPDB pada Jalur Prestasi dilaksanakan berdasarkan (1) akumulasi nilai rapor ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir; dan/atau (2) prestasi akademik dan non-akademik di luar rapor sekolah.

Rm. Kris Fallo, Pr

Masalah

Metode belajar dari rumah tentu bukanlah tanpa soal. Ada beberapa kendalah yang dihadapi:

  1. Tidak semua siswa memiliki handphone android. Tidak semua siswa dapat mengakses belajar online. Soalnya tidak semua siswa memiliki handphone android.
  2. Jaringan internet yang sulit. Tidak semua daerah memiliki jaringan internet. Hal ini menyulitkan anak didik dalam mengikuti belajar online.
  3. Tingkat pendidikan orang tua yang tidak sama. Peranan orang tua sangat sentral. Orang tua adalah pendidik utama bagi anak. Lantas bagaimana dengan anak yang orang tuanya minim pengetahuan? Sudah pasti tidak ada pendampingan yang memadai.
  4. Siswa yang tidak memiliki tua. Kita sadari bahwa sebagian anak tidak memiliki orang tua. Entah karena meninggal atau persoalan lain. Hal ini berdampak pada pendampingan anak.

Solusi Belajar di Tengah Pandemi Covid-19: Home Visit

Home visit (kunjungan rumah), merupakan salah satu alternatif memecahkan kesulitan belajar siswa dan merupakan tindakan preventif mengurangi “drop out” (DO) dan kenakalan siswa.

Home visit mempunyai dua tujuan. Pertama untuk memperoleh berbagai keterangan atau data yang diperlukan dalam memahami lingkungan dan siswa. Kedua, untuk mengubah dan memecahkan permasalahan siswa yang mengalami kesulitan belajar.

Home visit merupakan salah satu layanan pendukung dari kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan guru pembimbing atau wali kelas dengan mengunjungi orang tua/tempat tinggal siswa. Kegiatan dalam kunjungan rumah dapat berbentuk pengamatan dan wawancara, terutama tentang kondisi rumah tangga, fasilitas belajar, dan hubungan antar anggota keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan siswa.

Masalah siswa yang dibahas dapat berupa bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan bidang bimbingan karier. Pelaksanaan kunjungan rumah memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang dari guru pembimbing dan memerlukan kerja sama yang baik dari orang tua serta atas persetujuan kepala sekolah. Fungsi utama bimbingan yang ditopang oleh kegiatan kunjungan rumah ialah fungsi pemahaman.

Home visit perlu dilakukan dalam rangka membantu menangani masalah siswa walaupun tidak berlaku untuk seluruh siswa. Maksudnya, hanya siswa tertentu yang menurut perkiraan guru pembimbing perlu dilakukan kunjungan rumah, mengingat pemecahan masalah hanya dapat diselesaikan bila ada kontak dengan orang tua atau diperkirakan masalahnya bersumber dari lingkungan keluarga.

Dalam almaata.ac.id dijelaskan bahwa pertimbangan diperlukannya kunjungan rumah, sebagai berikut: (1) Jika permasalahan yang dihadapi siswa ada sangkut-pautnya dengan masalah keluarga; (2) Keluarga sebagai salah satu sumber data yang dapat dipercaya tentang keadaan siswa; (3) Dalam kegiatan bimbingan diperlukan kerja sama antara guru pembimbing dengan orang tua; (4) Faktor situasi keluarga memegang peranan penting terhadap perkembangan dan kesejahteraan anak.

Home visit akan berjalan dengan baik, bila adanya kerja sama aktif, dari guru, siswa dan orang tua, serta stakeholder lainnya.

Penutup

Kita menghadapi banyak kendala. Tetapi kembali pada pernyataa awal, harus dipastikan, bahwa anak-anak harus tetap belajar, meski dalam situasi pandemi covid-19. Kita bekerja sama dan bersama-sama kerja untuk mencerdaskan anak-anak kita, meski badai corona di depan mata.


Reporter: Rm. Kris Fallo, Pr


Komentar