Beranda Rohani Berani Menarik Diri

Berani Menarik Diri

4171
0

(Yoh 11:45-56)

Masa Pra Paska sudah kita jalani hingga memasuki pekan kelima Pra Paska dan mulai esok kita telah memasuki Pekan Suci.

“Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi. Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim dan di situ Ia tinggal bersama murid-murid-Nya.”

Bersama Yesus dan para murid, mari kita memaknai arti kata tidak tampil lagi di muka umum, berangkat ke daerah dekat padang gurun dan berada di kota yang jelas Efraim. Ungkapan ini membantu bagaimana proses pertobatan dan hidup baru yang telah kita ambil selama lima pekan Masa Pra Paska sekaligus sebagai persiapan kita memasuki hari-hari puncak permenungan misteri sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya dalam Tri Hari Paska yang kita rayakan dalam Pekan Suci.

Keberanian untuk menarik diri dengan tidak tampil di muka umum menjadi gambaran yang nyata bagi kita sebagai kemauan untuk undur diri setelah suatu karya pelayanan dalam masa tertentu, bukan sebagai pos power sindrom. Taat asas dalam suatu aturan organisasi dan organisme misalnya setelah dua periode menjabat berani untuk undur diri dan memberikan kesempatan bagi orang lain.

Yesus berangkat ke daerah dekat padang gurun. Ensiklopedi Perjanjian Baru memberi beberapa makna padang gurun sebagai berikut:

1. “Tempat kering dan berbahaya, tanah yang tidak diberkati oleh Allah, tempat tanpa air, tempat kediaman roh-roh jahat juga tempat percobaan dari pihak setan.”

2. Suatu masa dalam sejarah suci yang dimanfaatkan Allah untuk mendidik umat-Nya.

3. Tempat pengungsian dan kesendirian bagi Yesus dan bagi Gereja sampai kedatangan Kristus yaitu sampai saatnya Gereja masuk dalam “Istirahat Allah” di padang gurun juga Yesus memberikan makanan kepada orang banyak.

Kota Efraim disebut sebagai tempat tujuan Yesus bersama para murid. Di sinilah terjadi kesuburan rangkap. Kemauan tinggal di suatu tempat dengan mencecap kekayaan budaya dan tradisi lokal untuk menciptakan harmoni dengan seluruh ciptaan.

Pertobatan masa Pra Paska dengan kemauan nyata menarik diri dengan masuk ke padang gurun hidup yang mungkin tidak disukai, namun dapat dimaknai sebagai pemurnian diri.

Selamat pagi dan selamat hari baru. Selamat akhir pekan. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.

Kapela KA Lalian Tolu
Sabtu, 04 April 2020


Reporter: Rm. Eman Kiik, Pr


Komentar