Beranda Hukum & Kriminal Berkedok Pegacara RS Aulia dan Rampas Klien Muslim Amir Didenda Rp 20...

Berkedok Pegacara RS Aulia dan Rampas Klien Muslim Amir Didenda Rp 20 Juta

632
0

PEKANBARU, Flobamora-news.com – Majelis Hakim Dewan Kehormatan Pusat- Perhimpunan Advokat Indonesia (DKP-PERADI) memvonis Advokat Muslim Amir S. H. bersalah karena telah melanggar kode etik Advokat. Pasalnya Muslim Amir telah merampas Klien Yudi Krismen. Sebelumnya, Majelis Hakim Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PERADI Pekanbaru, telah menghukum Muslim Amir dengan pemberhentian selama setahun.

Menurut Dr Yudi Krismen dirinya sedang menangani kasus dugaan malpraktek di Rumah Sakut Aulia Pekanbaru yang mengakibatkan pasiennya meninggal. Keluarga korban tidak menerima dan menempuh jalur hukum. Saya ditunjuk keluarga korban sebagai pengacara untuk memproses kasus dugaan malpraktek tersebut. Muslim Amir, kemudian merampas hak-hak Yudi Krismen selaku Pengacara keluarga korban, dengan kedok sebagai Pengacara Corporate di rumah sakit tersebut.

Muslim Amir diadili Dewan Kehormatan Daerah berdasarkan pengaduan teman Advokat DR Yudi Krismen atas dugaan perampasan klien dugaan malpraktek di Rumah Sakit Aulia Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Tidak senang dengan tindakan tidak beretika itu, Yudi Krismen kemudian melaporkan masalah ini ke DKD PERADI Pekanbaru.

Setelah proses persidangan yang alot di Dewan Kehormatan Daerah, Muslim Amir divonnis bersalah dan diberhentikan dari profesinya sebagai Advokat selama setahun. Muslim Amir kemudian mengajukan banding.

di tingkat Dewan Kehormatan Pusat ternyata Muslim Amir tetap dinyatakan bersalah. Dia dinyatakan melamggar dua pasal Kode Etik Advokat Indonesia.

Lantas, sebagai Pembanding Muslim Amir harus menerima hukuman betupa teguran tertulis serta membayar denda di tingkat Dewan Kehormatan Daerah PERADI Pekanbaru dan di Tingkat DKP-PERADI, masing-masing Rp 10 juta.

Dalam amar putusannya tanggal 3 Maret 2020, yang salinannya diterima Terbanding, DR Yudi Krismen, SH.,MH pada, Selasa (18/3/2020) dijelaskan, Majelis DKP menerima sebagian upaya banding Muslim Amir.

“Tetapi, intinya DKP menyatakan Muslim Amir tetap bersalah karena melanggar Pasal 3 Huruf d serta Pasal 5 Huruf a Kode Etiak Advokat Indonesia. Malah dia menerima hukuman denda Rp 20 juta,” kata Yudi Krismen.

Sebagai Pengadu dan Terbanding, Yudi Krismen tampaknya masih melanjutkan perjuangannya.

“Dalam wakru dekat, saya akan menggugat secara Perdata: Muslim Amir, Dokter yang melakukan malpraktek dan pihak Rumah Sakit Aulia,” kata Yudi Krismen saat memberi keterangan pers di Kantornya.


Reporter: TEAM


Komentar