Beranda Komunitas Berlinang Air Mata Korban Kebakaran Rumah Menyambut Kedatangan Laskar Timor Indonesia

Berlinang Air Mata Korban Kebakaran Rumah Menyambut Kedatangan Laskar Timor Indonesia

992
0

Foto: Ketua Umum LTI Ady Ndiy Saat Menyerahkan Bantuan Kepada Ibu Anthonia Mengge (doc. Robert)

KUPANG, Flobamora-news.com – Peristiwa kebakaran rumah yang meluluhlantakan bangunan rumah dan seluruh isinya. Pasalnya peristiwa ini menimpa seorang janda Anthonia Mengge. Melihat hal ini Laskar Timor Indonesia tergerak hati untuk membantu dan meringankan beban korban kebakaran dengan mengunjuginya di tempat terjadinya kebakaran tepatnya di Keluruhan Maulafa Kecamatan Maulafa Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Jumat (24/7/2020).

Dengan berlinang air mata ibu Anthonia menyambut kedatangan Laskar Timor Indonesia yang dipimpin langsung Ketua Umum Pdt. Ady Ndiy, Wakil ketua Umum Ferdinan Riwu Hadjo Dan Pembina pak jhon Lay beserta anggota.

Sebelum menyerahkan bantuan Bantuan dari keluarga Besar Laskar Timor Indonesia (LTI) Pendeta Ady Ndiy mendoakan ibu Nathonia dan anak-anak serta keluarga yang hadir.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Ketua Umum Pdt. Ady Ndiy, Wakil ketua Umum Ferdinan Riwu Hadjo, Dan Pembina pak jhon Lay. Bantuan tersebut betupa Beras 2 karung, Pakaian bekas yang layak pakai, supermie dan uang.

Menurut Ketua Umum Adi Ndiy, bahwa semua bantuan ini merupakan partisipasi dari teman-teman anggota Laskar Timor Indonesia. Kami membuat aksi ini karena kami punya misi sosial. Sekain itu kami ingin mendoakan Ibu Anthonia karena peristiwa ini tentu yang paling berat bagi korban adalah pemulihan bathinnya merasa terpukul luar biasa. Karena itu kami berdoa bersama-sama agar mendapat kekuatan dari TUHAN.

“Laskar Timur Indonesia buat aksi Sosial ini karena itu bagian dari misi kita. Misi kita selain menangkal radikalisme tapi kami juga punya misi berperan aktif dalam setiap hal-hal sosial misalnya bemcana alam, kebakaran atau apa saja. Kami akan berusaha untuk aktif dalam kegiatan sosial yang bisa menolong orang banyak yang sedang mengalami musibah seperti malam ini”, kata Ady.

“Oma ini kebetulan kami kenal dan oma sudah cukup tua dan situasi ketika menimpa orang dalam usia srperti ini coba kalau sebagian tetapi peristiwa ini seluruh hartanya ludes terbakar maka hal yang paling berat bagi korban adalah pemulihan bathinnya merasa terpukul luar biasa. Karena itu kami datang malam ini walaupun sudah ada batuan dari PMI dan Pemerintah Kota Kupang tetapi.kami kembali datang untuk menyampaikan bahwa oma tidak sendiri menghadapi pergumulan ini tetapi ada begitu banyak orang mendoakan oma, ada begitu banyak.orang mau menolong oma dan menguatkan oma supaya bisa melewati semua ini”, jelas Ady.

Pesan bagi orang dari apa yang kami lakukan hari ini adalah mari kita berbuat sesuatu bagi sesama yang susah. Hari ini oma Anthonia Mengge yang mengalami ini, besok bisa kita, besok bisa orang lain. Jadi mari kuta berbagi kasih supaya besok-besokpun kita mengalami musibah TUHAN pasti bukan jalan bagi orang lain untuk menolong kita. Saling meringankan beban sesama tanpa pandang latar belakang ini pesan yang mau kami sampaikan kepada semua orang.

“Karena terkadang peristiwa seperti ini orang melemparkan tanggungjawab kepada Pemerintah seolah-olah ini hanya tanggungjawab Pemerintah tetapi apa tanggungjawab kita masyarakat, apa tanggungjawab kita tetangga apa tanggungjawab kita sebagai lingkungan apa.tamggungjawab kita sebagai anak bangsa yang kita melihat saudara kita jangan lihat dia agama apa suku apa.atau di kelurahan mana. Kami.yang hadir hari ini dari berbagai latar belakang dan berbagai kelurahan”, pungkas Ady.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar