Beranda Lintas NTT Berpakaian Kaos dan Celana Levis, Wabup Flotim Dapat Perlakuan Diskriminatif di Pembukaan...

Berpakaian Kaos dan Celana Levis, Wabup Flotim Dapat Perlakuan Diskriminatif di Pembukaan ETMC 2019

6444
0

BELU, Flobamora-news.com – Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Boli mengaku diperlakukan diskriminatif oleh Panitia penyelenggara El Tari Memorial Cup (ETMC) 2019 yang diselenggarakan di Kabupaten Malaka. Hal ini lantaran Sang Wakil Bupati menggunakan Kaos dan bercelana lebih.

Wakil Bupati Flotim yang diundang secara adat, datang untuk mengikuti seremoni pembukaan ETMC 2019. Sebelum berangkat ke Malaka, Wabup Agustinus yang menghadiri undangan makan siang oleh Bupati Belu di Rumah Jabatan.

Saat akan masuk melalui pintu utama Rujab Bupati Belu bersama pejabat lainnya, Wabup Agustinus malah dicegat seorang petugas yang tak diketahui dan memintanya untuk masuk mengikuti pintu samping. Wabup Agustinus sempat mengatakan bahwa dirinya harus ke dalam karena diundang oleh Bupati Belu. Akan tetapi, petugas tersebut tetap ngotot memisahkannya dari rombongan pejabat yang masuk melalui pintu utama.

“Saya bilang, mau masuk ikut undangan dari Pak Bupati (Bupati Belu, red), tapi orangnya tetap bilang saya harus ikut pintu samping yang dilalui para sopir,” kata Wabup Agustinus kepada awak media di Bandara AA Bere Tallo Atambua, Sabtu (6/7/2019).

Mendapat perlakuan itu, Wabup Agustinus yang saat itu mengenakan baju kaos putih berkerah berbalut sweater serta bertopi cowboy itu hanya menurut saja. Dia tidak protes untuk masuk bersama pejabat lainnya melalui pintu utama. Dia tidak ingin merusak suasana hanya untuk mendapat kehormatan, apalagi berdebat karena jabatan.

Tak hanya di Rujab Bupati Belu, kejadian serupa kembali dialami Wabup Agustinus di Lapangan Umum Betun saat hendak mengikuti seremonial pembukaan ETMC 2019 di Lapangan Umum Betun, Jumat (5/7/2019).

Wabup Flotim yang selalu berpenampilan sederhana

Saat memasuki lapangan tempat acara, Wabup Agustinus kembali dicegat oleh oknum panitia. Oknum panitia itu meminta Wabup Agustinus untuk tidak berjalan bersama para bupati dan wakil bupati. Oknum panitia tersebut tanpa bertanya langsung meminta Wabup Agustinus agar mengikuti jalan lain.

Wabup Agustinus lagi-lagi tidak protes, dia mengikuti saja hingga akhirnya dirinya dipanggil oleh Bupati Malaka untuk berganti pakaian bersama para bupati dan wakil bupati lainnya.

“Sempat petugas bilang ajudan lewat sebelah, di sini hanya gubernur, wagub dan walikota, bupati/wakil. Setelah dia tahu saya pakai pakaian kebesaran adat Malaka baru dia minta maaf bilang maaf bapa tadi saya lihat orangnya muda dan tampilan biasa jadi saya pikir ajudan,” ungkap Wabup Agustinus.

Wabup Agustinus yang saat itu hendak berangkat kembali ke Kupang, mengatakan, kejadian yang menimpanya merupakan contoh yang tidak perlu terjadi lagi di Kabupaten lain saat mengadakan ETMC. Apalagi, Kalau Flores Timur menjadi tuan rumah ETMC.

Kendati mendapat perlakuan diskriminatif, tapi Wabup telah memaklumi hal yang menimpanya itu. Menurutnya, bisa saja para petugas ini sudah memiliki konsep berpikir bahwa pejabat itu harus berpakaian mahal.

“Saya maklumi saja karena selama ini mereka melihat pejabat itu kan mesti harus pakaian mahal dan terhormat, jadi ketika saya datang dengan tampilan muda baju kaos putih, celana levis, sepatu kets, topi kaboi mereka pikir ajudan jadi disuruh masuk lewat pintu belakang,” ujarnya. (Richi Anyan)

Komentar