Beranda Ekonomi Bisnis BI: Tahun 2019 Ekonomi Global Semakin Tidak Ramah 

BI: Tahun 2019 Ekonomi Global Semakin Tidak Ramah 

234
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Acara Pertemuan Tahunan BI NTT tahun 2019, tema yang diangkat yakni “Sinergi Transformasi dan Inovasi Menuju Indonesia Maju”.
Ekonomi global sepanjang tahun 2019 semakin tidak ramah. Perang dagang meluas, mencirikan turunnya globalisasi. Digitalisasi meningkat pesat bederta begitu banyak manfaat sekaligus  ini yang harus dicetmati.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BI NTT I Nyoman Ariawan Atmaja. Kegiatan imi berlangsung di Kantor BI Provinsi NTT, Selasa (17/12/2019).

Pertemuan ini dihadiri Kepala Perwakilan BI NTT I Nyoman Ariawan Atmaja, Ketua DPRD Provinsi NTT, Wakil Gubernur NTT, Kepala OJK Provinsi NTT, jajaran direksi dan komisaris bank umum, Danlanud, Danlanal, Kepala BPK, dan undangan lainnya.

Menurut Kepala Perwakilan BI NTT I Nyoman Ariawan Atmaja , Digitalisasi meningkat pesat, beserta begitu banyak manfaat sekaligus risikonya. Untuk itu, ada tiga kunci hadapi persoalan tersebut.

Kunci pertama, jelas Nyoman Ariawan, sinergi baruan kebijakan makroekonomi dan sistem keuangan antara Pemerintah BI, OJK dan LPS.

“Kita perkuat untuk ketahanan ekonomi nasional, inflasi kita jaga rendah, nilai tukar Rupiah stabil, defisit transaksi berjalan terkendali, defisit fiskal aman dan stabilitas sistem keuangan terjaga, sekaligus mendorong momentum pertumbuhan,” ujar Nyoman Ariawan.

Untuk kunci kedua, lanjut Nyoman Ariawan, tingkatkan transformasi ekonomi, agar pertumbuhan lebih tinggi. Dan kunci terakhir atau ketiga, inovasi digital di kembangkan, karena mampu memperkuat keterhubungan antar agen ekonomi dari yang terkecil hingga terbesar atau dari konsumen individual UMKM hingga korporasi besar.

“Inklusi ekonomi dan keuangan dapat ditingkatkan, agar mempersempit kesenjangan masyarakat,” pungkas Nyoman Ariawan.

Nyoman menjelaskan lagi bahwa BI memiliki 7 kas titipan yang tersebar di seluruh NTT, antara lain Kabupaten Sikka, Belu, Sumba Timur, Ende, Manggarai, Lembata, dan Sumba Barat.

Lanjutnya, bahwa pertumbuhan ekonomi di NTT didorong oleh beberapa faktor, pertanian 28%, administrasi pemerintah 14%, perdagangan 12%, konstruksi 11%.


Reporte: Sisca De Sousa


Komentar