Beranda Kesehatan & Pola Hidup BNN Kota Kupang Ajak Masyarakat Berantas Narkoba

BNN Kota Kupang Ajak Masyarakat Berantas Narkoba

463
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Badan Narkotika Nasional ( BNN) Kota Kupang Nusa Tenggara Timur mengadakan Sosialisasi tentang Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi tahun 2019.

Kegiatan ini berlangsung  di Aula Hotel Amaris Kupang, Rabu (31/7/2019).

Hadir dalam sosialisasi tersebut Pemateri sosialisasi yaitu Kepala BNN Kota Kupang, Lino Do Rasario Pereira,SH, dr.Maria Kurniawati Mari, Fransiskus Y.Woge Ratu,S Kep.,Ns dan Mardiansari W.G.Wijaya, AMKL. Dari unsur akademisi diwakili oleh mahasiswa dari Universitas di Kota Kupang, Ketua Karang Taruna,Kepala Bagian Kerjasama Sekda Kota Kupang, Lurah Oesapa Lurah Alak dan Ketua KPA Kota Kupang.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Kupang Lino Do Rosario Pereira, mengatakan tujuan dari sosialisasi untuk mendorong peran serta masyarakat dalam upaya mencegah dan memberantas penyalahgunaan peredaran gelap Narkoba di Kota Kupang,khususnya program Rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan Narkotika. Karena itu kegiatan ini kami melibatkan semua unsur baik dari pemerintahan, mahasiswa, pengusaha dan ketua karang taruna.

Tujuannya agar lewat kegiatan ini peran serta masyarakat dalam membrantas peredaran narkoba lebih maksimal dan yang paling utama kalau ada keluarga, kenalan atau tetangga yang memakai agar segera melapor supaya dirahabilitasi.

“Kalau mereka datang dan meminta untuk direhabilitasi, mereka tidak dihukum dan saya pastikan itu. Identitasnya juga akan kami rahasiakan. Tetapi kalau kami yang tangkap, ya pasti dihukum. Banyak modus dari pengedar dalam menyebarkan narkoba misalnya di Bandara pura-pura tiketnya batal alasan ketinggalan pesawat, lalu menitipkan barang. Nah ini harus hati-hati, banyak kejadian seperti ini”, jelas Lino.

Masih banyak modus yang digunakan pengedar karena itu kegiatan ini sangat penting agar masyarakat lebih intens dan lebih maksimal dalam membantu BNN membrantas Narkoba.

” Strategi umum penanganan permasalahan Narkoba kata Lino Do Rosario yaitu dengan Rehabilitasi, Pencegahan dan Pemberantasan”.

Permasalahan Narkoba di Indonesia angka prevalensinya mencapai 1,77% atau sejumlah 3.376.115 penyalahguna pada kelompok usia 10-59 Tahun 2017. Ditahun 2017, 30 orang meninggal / hari atau 11.071 jiwa/ tahun. Jumlah kerugian, baik ekonomi maupun sosial berjumlah 84,7 triliun rupiah. Kategori penyalahguna narkoba: Pekerja, 59% 1.991-909 orang. Tidak bekerja,17% 573.939 orang.Pelajar 24% 810.267 orang.

Sedangkan di NTT Penyalahguna mencapai angka 0,99% atau berjumlah 36.022 penyalahguna pada kelompok usia 10-59 tahun. Jumlah kerugian penyalahguna Narkoba diperkirakan sebanyak 903,6 miliar rupiah.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar