Beranda Ekonomi Bisnis BPS Mencatat Pertumbuhan Ekonomi NTT 5,13 Persen

BPS Mencatat Pertumbuhan Ekonomi NTT 5,13 Persen

269
0

Badan Pusat Statistik Propinsi Nusa Tenggara Timur mencatat pertumbuhan ekonomi NTT Tahun 2018 meningkat 5, 13 persen. Secara umum terjadi pertumbuhan pada seluruh lapangan usaha.

Pertumbuhan terbesar pada tahun 2018 terjadi pada lapangan usaha, penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 12,16 persen dan Transportasi dan Pergudangan sebesar 7,92 persen.

Perekonomian Nusa Tenggara Timur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku tahun 2018 mencqoai 99,09 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 65,94 triliun. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur Maritje Pattywaellapia, SE.M.Si . Rabu (6/2/2019)..

Berakhirnya masa panen petani pertanian masih menunggu musim hujan dari bulan 12 -1 sehingga panen menurun. Hal ini juga yang menjadi dampak pertumbuhan ekonomi dikalangan Petani. Jelas Maritje.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 9,76 persen. Ujarnya

Ekonomi NTT triwulan IV-2018 tumbuh sebesar 5,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017 (y on y).Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan Listrik dan Gas sebesar 11,22 peraen. Paparnya

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen konsumsi pemerintah yang bertumbuh 11 persen. Ekonomi NTT pada triwulan IV-2018 mengalami pertumbuhan 0,71 persen jika dibandingkan dengan triwulan III -2018 (q to q). Jelas Maritje.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi masih dicapai oleh lapangan usaha Pengadaan listrik dan gas sebesar 10,76 persen.

Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada konsumsi pemerintah yang bertumbuh 4,76 persen.

Struktur Ekonomi NTT pada tahun 2018 masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 28,40 persen. Sisi pengeluaran masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga yaitu sebesar 72 persen. (Rbt)

Komentar