Beranda Ekonomi Bisnis Bupati Belu Canangkan Tanam Jagung Panen Sapi

Bupati Belu Canangkan Tanam Jagung Panen Sapi

138
0

Belu, Flobamora-news.com – Bupati Belu, Willy Lay mencanangkan Program Gubernur NTT, Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) pada lahan seluas 20 Ha di Dusun Ainiba, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakulukmesak, Kabupaten Belu, Senin (14/9/2020).

Pencanangan TJPS dilakukan secara simbolis dilakukan Bupati Belu, Willybrodus Lay bersama jajaran Forkopimda, Kapolres AKBP Khairul Saleh, Dandim 1605/Belu Letkol Inf. Wiji Untoro, Kajari Belu, Alfons Loemau, Kabid Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Distan NTT, Steven Lay, Pimpinan OPD, pendamping TJPS serta Camat Kakuluk Mesak, serta warga desa Fatuketi. Para warga yang hadir pun beramai-ramai ikut menanam benih jagung pada lahan yang telah disiapkan.

Kabid Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Distan NTT, Steven Lay yang hadir mewakili Gubernur NTT menuturkan bahwa Gubernur NTT, Victor Laiskodat sangat menginginkan masyarakat sejahtera dalam bidang pertanian melalui TJPS. Menurutnya, tujuan dari program tanam jagung itu agar meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena itu, masyarakat menanam jagung dan hasilnya akan digunakan untuk membeli sapi.

Karena itu, Pemprov NTT memberikan dukungan berupa benih jagung, pupuk, obat-oabatan, alsintan, serta pemasarannya. Masyarakat hanya menyiapkan lahan untuk menanam jagung.

“Pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas dan pemasaran untuk TJPS sehingga tugas masyarakat hanya menyediakan lahan untuk menanam jagung, kemudian hasilnya masyarakat menjual jagung kemudian membeli sapi betina, setelah itu Dinas Peternakan akan menjalankan program Inseminasi Buatan (IB) agar menghasilkan turunan sapi yang berkualitas dan semuanya itu akan dinikmati oleh masyarakat,” jelas Steven.

Terkait pelaksanaan program TJPS Tahun 2020, Pemprov NTT telah tetapkan target 10.000 hektare. Dari target itu, saat ini telah terealisasi 1.400 Ha. Target Pemprov pada tahun 2021 adalah 40.000 Ha dengan proaentase kegagalan kurang dari 5 persen.

Direktur PT. Oat Mitoku Agrio, Gustaf mengatakan bahwa pihaknya melakukan uji coba penggunaan Pupuk Atonik pada lahan TJPS seluas 5 hektare untuk mengetahui hasilnya dengan target produksi mencapai 59 persen.

“Kami memperkenalkan pupuk Atonik kepada masyarakat dengan melakukan uji coba penggunaan pupuk pada lahan seluas 5 hektare dan akan kami bandingkan dengan tanaman jagung yang menggunakan pupuk lain, dan jika hasilnya memuaskan maka kami sangat merekomendasikan masyarakat petani untuk menggunakannya,” ungkap Gustaf.

Bupati Belu, Willybrodus Lay pada kesempata tersebut mengatakan bahwa masyarakat Fatuketi harus bersyukur karena Bendungan Rotiklot telah berkontribusi terhadap aktivitas pertanian.
Pasalnya, sebelumnya Bendungan Rotiklot hanya sekadar menampung air, namun setelah mendapatkan izin pinjam pakai dari Kementerian PUPR maka airnya dapat dimanfaatkan untuk menunjang pertanian irigasi sehingga masyarakat harus memanfaatkannya air bendungan secara optimal dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut dikatakan bahwa terkait pelaksanaan TJPS di lahan irigasi Ainiba, memiliki potensi tanah yang subur dengan ketersediaan air yang sangat cukup akan lebih dari 2 kali tanam. Karena itu, masyarakat harus rajin agar bisa memperoleh hasil yang maksimal.

Bepati Belu menghimbau kepada masyarakat, selain tanam jagung, masyarakat juga menanam jagung berumur 72 hari untuk pakan ternak agar melalui sistem pengawetan pakan (silase) dapat memberikan pakan bernutrisi bagi ternak saat musim kemarau.

“Masyarakat petani harus bijak memanfaatkan lahan bukan sekadar menanam jagung untuk konsumsi, namun menanam jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang akan memberikan pendampingan teknis khusus program silase,” ujar Bupati Lay.

Willy Lay berharap pencananganan TJPS akan terus berlanjut dan menjangkau semua desa dan kecamatan se-Kabupaten Belu yang memiliki ketersediaan air yang cukup serta hasil TJPS berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat petani.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar