Beranda Kesehatan Bupati Belu Soft Opening 7 Unit Pelayanan Hemodialisa

Bupati Belu Soft Opening 7 Unit Pelayanan Hemodialisa

91
0

Belu, Flobamora-news.com – Pemerintah Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH dan Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan terus melakukan terobosan-terobosan di bidang kesehatan. Salah satu bukti nyatanya adalah dilakukannya soft opening unit pelayanan hemodialisa/alat cuci darah di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, Rabu (16/9).

Soft Opening Unit Pelayanan Hemodialisa ini dilakukan untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan grand opening sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel air di laboratorium yang terakreditasi di Jakarta.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH dalam sambutannya menyampaikan, “hari ini merupakan kabar gembira karena kita melaksanakan soft opening unit layanan hemodialisa/unit cuci darah di Kabupaten Belu dengan jumlah unit yang siap digunakan sebanyak 7 unit”.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah bersusah payah menyiapkan unit layanan untuk cuci darah di Kabupaten Belu,” lanjutnya.

Untuk diketahui, lanjut Bupati Willy Lay, layanan unit cuci darah ini tidak saja melayani masyarakat Kabupaten Belu tetapi juga melayani kabupaten tetangga seperti TTS, TTU, Malaka bahkan dari Kabupaten Alor serta negara tetangga Timor Leste.

“Jadi kalau pasien umum itu tarifnya Rp. 900.000 dan kalau menggunakan BPJS Kesehatan hanya menunjukkan kartu saja. Ini yang disebut kesehatan gratis berbasis Jaminan Kesehatan Masyarakat. Jadi kita harus laksanakan sesuai dengan regulasi yang ada, jangan tabrak-tabrak regulasi,” terang Bupati Willy Lay.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pembangunan RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD akan terus berlanjut sampai tahun depan dan juga telah direncanakan untuk 1 unit fasilitas tambahan untuk rumah sakit yakni apartemen bagi para medis serta dalam waktu dekat juga akan dilakukan penyerahan 11.000 Kartu BPJS Kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Belu.

“Di pemerintahan, kami memang tidak ada basic atau latar belakang pendidikan untuk kesehatan tetapi kami bisa menghadirkan layanan-layanan yang baik untuk masyarakat,” tandas Bupati Belu.

Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, dr. Bathseba E. Corputty, MARS kepada awak media menyampaikan hari ini kami melakukan soft opening untuk pelayanan cuci darah/hemodialisa karena masih ada lagi satu persyaratan yang belum dipenuhi yaitu pemeriksaan kualitas air.

“Jadi nanti air dari mesin akan dibawa ke Jakarta dan diperiksa di laboratorium yang terakreditasi dan itu membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu,” terang dr. Bathseba.

Dikatakan, pihak RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD melakukan Kerjasama Operasional (KSO) dengan Perusahaan Menjangan untuk 20 mesin dan yang sudah ada dan siap dipakai ada 7 unit, nanti secara bertahap akan dipenuhi sampai 20 unit.

Direktur Rumah Sakit menjelaskan, sesuai data untuk Kabupaten Belu terdapat kurang lebih 60 pasien dan tidak menutup kemungkinan akan ada pasien dari negara Timor Leste serta dari kabupaten tetangga.

“Selama ini untuk pelayanan cuci darah, RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD mengirim pasien ke Kupang tetapi nanti setelah grand opening mereka tidak perlu jauh-jauh ke Bali atau Kupang lagi tetapi datang saja ke Belu untuk pelayanan cuci darahnya,” ucapnya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belu, Johanes Juang usai soft opening kepada awak media menyampaikan DPRD Kabupaten Belu sangat berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Belu dalam hal ini Bapak Willy Lay dan Ose Luan yang dalam era kepemimpinannya hari ini bisa soft opening unit pelayanan hemodialisa.

“Sebagai representasi rakyat kami ucapkan terima kasih karena selama ini bermitra dengan baik dan hari ini soft opening alat tersebut yang kedepannya sekitar 2 minggu akan dilakukan grand opening. Ini sesuatu yang luar biasa karena kita akan mendapat pasien rujukan dari Malaka, TTU juga Kabupaten Alor, Negara Timor Leste dan juga dari TTS jika ada antrian di RS Siloam terlalu banyak,” singkat Johanes Juang.

Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan, Anggota DPRD Kabupaten Belu, Pimpinan OPD, Perwakilan BPJS Kesehatan serta manajemen RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar