Beranda Ekonomi Bisnis Bupati Malaka Minta 40 Unit Mobil Pertahun, Begini Jawaban Menteri 

Bupati Malaka Minta 40 Unit Mobil Pertahun, Begini Jawaban Menteri 

609
0

MALAKA, Flobamora-news.com –Bantuan mobil bagi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang diprogramkan oleh Presiden Jokowi melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia pertahun 10 unit. Jumlah itu belum menjawabi kebutuhan Bumdes di 127 Desa. Kalau pertahun 10 unit maka Kabupaten Malaka membutuhkan 13 tahun sedangkan masa Pemerintahan Jokowi hanya Lima Tahun.

Hal ini disampaikan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran M. Ph saat membawakan sekapur sirih dalam kegiatan kunjungan kerja dari Menteri Pembangunan Desa perbatasan di Desa Rabasa Haerain, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Minggu, (15/12/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Desa Abdul Halim Iskandar, Sekretari Daerah Provinsi Ben Pollo Maing, Bupati Malaka dan jajarannya serta para tokoh masyarakat.

Menurut Bupati Stefanus, program Bapak Presiden melalui Kementerian bahwa bantuan mobil bagi Bumdes disetiap Kabupaten 10 unit pertahun. Sudah pasti tidak dapat mencapai target karena masa pemerintahan Presiden Jokowi hanya Lima Tahun. Sedangkan Kabupaten kita ada 127 Desa sudah pasti butuh 13 tahun baru semua desa terpenuhi.

“Desa kami itu ada 127 yang didalamnya ada 12 Kecamatan Kalau setiap tahun paling banyak itu 10 unit, maka perlu 13 tahun tentu tidak sejalan dengan perintah bapak Presiden yang mengatakan bahwa, kerja itu fokus dan tuntas, padahal massa kerja kita itu lima tahun,” Kata Bupati Malaka.

“Tetapi nanti bapak Presiden membuat peraturan melalui bapak Menteri Desa untuk mengalokasikan seperti mobil dan lain-lain tetapi porsi besarnya ada di Malaka.” Ujar Bupati SBS.

“Jadi saran saya kepada bapak Menteri, karena kami sebagai staf itu harus memberikan saran kepada bapak Menteri, supaya lima tahun genap maka, pemberian mobil pertahunnya harus 40 unit cukup, itu lima tahun cukup.” Tutur Bupati Malaka disambut tepukkan tangan dari masyarakat Malaka.

“Dan saya sangat percaya kepada Bapak Menteri karena sebelum menjadi Menteri beliau pernah menjadi Ketua DPRD Kabupaten dua periode, tentu apa yang akan kita sampaikan sudah dipahami”, Kata SBS.

“Tadi diatas mobil saya sudah melaporkan kepada bapak Menteri dan bapak bilang,” Baik pak Bupati, saya tidak janji, tetapi dihadapan rakyat saya akan penuhi apa yang mintakan pak Bupati”, ujar Bupati Malaka mengutip pernyataan Menteri Desa saat di atas mobil.

“Tadi pagi saya sudah laporkan ke Pak Setda NTT, nanti Pak Setda yang pidato tentang NTT tetapi porsi besarnya untuk Malaka,” Kata Bupati Malaka saat berpidato.

Sementara itu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Abdul Halim Iskandar ketika ditemui awak media mengatakan, Saya tidak berjanji tetapi Kabupaten Malaka dalam hal ini permintaan pak Bupati Malaka akan diprioritaskan. Dijamin, diakhir masa jabatan bapak Presiden Jokowi, kabupaten Malaka sudah tidak termasuk daerah tertinggal lagi.

Menteri Desa Abdul Halim Iskandar memilih berkunjung ke Daerah perbatasan seperti Kabupaten Malaka, karena ia ingin berbelanja masalah.

“Saya memilih berkunjung ke daerah perbatasan seperti Malaka ini, karena sebagai Menteri Desa, saya harus belanja masalah. Supaya apa, kalau belanjaan masalah saya banyak, maka kebijakan-kebijakan yang akan saya ambil kedepan, pasti sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh warga masyarakat”, tutupnya.

 


Reporter: Herry Metak


Komentar