Beranda Opini Calon Pemimpin dan Politik Sirih Pinang

Calon Pemimpin dan Politik Sirih Pinang

564
0

Oleh: Oktovianus Seran,S.Ip.,M.Si Dosen Fisipol Unimor Kefa

KEFAMENANU, Flobamora-news.com – Calon pemimpin dan politik sirih pinang. pulau Timor semasa penjajahan terbelah menjadi dua bagian utama, yaitu Timor Timur dan Timor Barat. Bagian Timur mencakup wilayah yang kini menjadi Negara Republik Demokratik Timor Leste. Sewaktu menjadi bagian dari Indonesia, namanya Timor Timur. Ini adalah wilayah kolonialisme Portugis.
Di sisi lain, Timor bagian Barat adalah wilayah bekas pendudukan Belanda. TTU merupakan satu dari enam Kabupaten yang ada di wilayah Timor Barat. Lima daerah otonom lainnya adalah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah SELATAN (TTS), Belu dan Malaka.

Waktu yang cukup untuk mengenal masyarakat, tradisi dan alam Timor secara keseluruhan, Timor Barat pada umumnya disebut suku Dawan. Bahasa yang dipakai masyarakat sehari-hari adalah Bahasa Dawan dan Melayu Kupang. Etnis Dawan yang juga populer dengan sebutan Atoin Meto sangat tipikal.

Dua ciri khas utama yang mudah dikenali dari masyarakat Dawan, dalam interaksi sosial adalah kebiasaan mengenakan kain tenun daerah berupa selempang atau selimut, serta tradisi mengunyah campuran buah Pinang (Areca Catechu), buah/daun Sirih (Piper Betle) dan bubuk kapur. Identitas diri pada dasarnya merupakan suatu perasaan subjektif mengenai dirinya sendiri yang didalamnya memiliki ciri, sifat atau karakter.

Dalam konteks sosial identitas diartikan sebagai pemaknaan keberadaan diri seseorang dalam interaksinya dengan lingkungan sosial sehingga menjadi penghubung antara individu dengan masyarakat.

Dari pemahaman tersebut maka muncul konsep identitas sosial sebagai pemaknaan akan kesamaan sifat, ciri atau karakter terhadap suatu kelompok tertentu dalam masyarakat yang didasarkan atas kesamaan simbol seperti pakaian, kepemilikan, pemikiran dan lain sebagainya, dengan begitu identitas sosial dimaknai sebagai aktivitas menyamakan simbol oleh satu individu dengan individu lain yang kemudian akan membentuk kelompok yang didasarkan atas kesamaan tertentu, hal ini juga dimaksudkan menjadi pembeda simbolik dengan kelompok lainnya yang pada akhirnya membentuk sifat persamaan dan perbedaan antara satu kelompok sosial dengan kelompok sosial yang lainnya.

Menurut Castells[3] (2010) terdapat tiga asal usul identitas, yaitu: Pertama, legitimizing identity atau disebut juga sebagai identitas sah yang dapat dicontohkan seperti adanya otoritas dan dominasi. Kedua, resistance identity atau disebut juga sebagai identitas perlawanan yang dapat dicontohkan dengan politik identitas. Ketiga, project identity atau disebut juga sebagai identitas proyek yang dapat dicontohkan dengan kajian gender seperti feminisme. kontalasi politik membuat kita untuk memahami begitu pentingnya politik tradisional yang kita kenal ditingkat lokal yakni politik sirih pinang,sangat penting untuk disajikan dan merupakan pembangunan politik lokal yang harus diperhatikan oleh setiap calon pemimpin di wilayah timor,serta merupakan pembangunan politik yang harus di prioritaskan.

Berbicara tentang pembangunan politik, pertama berbicara tentang arti daripada pembangunan itu sendiri dan yang kedua pengungkapan arti politik dengan kaitannya terhadap pembangunan. Di dalam pembangunan politik mempunyai arti yang berbeda dengan politik pembangunan. Politik pembangunan mengandung pengertian tentang kebijakan-kebijakan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan, sedangkan pembangunan politik mengandung pengertian segala kegiatan yang dilakukan untuk mengubah suatu keadaan menjadi lebih baik, sehingga terwujudnya tingkat kehidupan masyarakat dan bangsa menjadi suatu bangsa yang modern, yang mampu berhubungan dengan baik secara nasional maupun internasional dan memperoleh kehormatan.Sosialisasi politik merupakan suatu proses interaksi manusia yang memberikan suatu pengaruh pada pengetahuan sistem politik, tanda-tandapolitik, serta juga lembaga politik. Dengan adanya pengaruh itulah seseorang bisa atau dapat mengetahui dasar-dasar politik itu dengan benar.

Sejarah dari terbentuknya sosialisasi politik ini,lahir melalui dua tokoh ternama diantaranya, Michael Rush serta juga Phillip Althoff yakni dengan sebuah teori dibukukan yang berjudul “Pengantar Sosiologi Politik”. Intisari dari pengantar tersebut menganalisis mengenai lebih tajam prilaku politik di dalamnya.dan sosok pemimpin yang akan didambakan oleh masyarakat timor secara keseluruhan itu adalah pemimpin yang tau akan nilai ke arifan lokal contoh konkretnya tradisi atau kebiasaan memakan sirih pinang. tak dapat disangkal bahwa pemimpin-pemimpin tersebut masi sangat dirindukan oleh masyrakat timor secara keseluruhan.Pendidikan Politik
Pendidikan politik merupakan proses dialogis yang mempunyai tujuan supaya anggota masyarakat mengetahui dan mempelajari nilai, norma dan simbol politik daerahnya.

Hal ini dapat dijalankan melalui aktivitas kursus, latihan kepemimpinan, diskusi atau keikutsertaan dalam pertemuan formal ataupun informal.Perilaku politik seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai hal. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku politik, meliputi :

Struktur kepribadian yang tercermin dalam sikap individu secara pribadi.

Lingkungan sosial politik tak langsung. Dalam hal ini seperti sistem politik, sistem ekonomi, sistem budaya,dan media massa.

Lingkungan sosial politik langsung yang mempengaruhi dan membentuk kepribadian aktor, seperti keluarga, agama,sekolah, dan kelompok pergaulan.

Lingkungan sosial politik langsung berupa situasi, yaitu keadaan yang mempengaruhi aktor secara langsung ketika hendak melakukan suatu kegiatan.

Basis fungsional sikap, yaitu kepentingan, penyesuaian diri, eksternalisasi dan pertahanan diri.
Intinya bahwa berbicara tentang Pilkada yang damai dan bermartabat tidak terlepas dari aktualiasasi konsep politik hospitalitas, politik diferensiasi dan politik bermartabat itu sendiri. Politik hospitalitas berkaitan dengan bagaimana sebagai jargon politik, tim sukses, pasangan calon mengedepankam nilai-nilai kemanusiaan, menyapa yang lain, menjunjung tinggi nilai persahabatan, tanpa mencederai atau menindas sesama yg lain. Sementara politik diferensiasi, sebagai aktor politik, ditantang untuk berani menerima segala perbedaan dalam tatanan sosial, dalam entitas-entitas, kelompok sosial, paguyuban yg dalam atau yg disebut ruang publik. Semua hal ini harus dipahami bersama demi menciptakan ruang yg damai dan harmonis dalam ranah politik. Sementara politik bermartabat, merupakan roh dari esensi demokrasi yg harus diperhatikan dan diwujudnyatakan bersma semua elemen dlm membangun diskursus2, narasi-narasi, bincang-bincang tanpa konflik, semabari menjaga nilai-nilai budaya, dan saling menghargai satu sama lain. Kuncinya pada etika politik Paul Ricour, ‘hidup baik bersama dengan dan untuk yang lain, dalam tatanan sosial ‘.serta tradisi lokal yang menjadi keutamaan untuk pendidikan politik.

 


Reporter: Ricky Anyan


Komentar