Beranda Politik Debat Pilkada Malaka 2020: Wendelinus Taolin Tak Diberikan Kesempatan Bicara

Debat Pilkada Malaka 2020: Wendelinus Taolin Tak Diberikan Kesempatan Bicara

743
0

Malaka, Flobamora-news.com – Calon Wakil Bupati Malaka dari Pasangan SBS-WT, Wendelinus Taolin tidak diberikan kesempatan bicara dalam Debat Terbuka Pilkada Malaka 2020 yang diadakan KPUD Malaka di Aula Susteran SSpS Betun, Rabu (4/10/2020).

Wendelinus sejak menit awal dimulainya Debat Terbuka yang dimoderatori oleh Maryanti Hermina Adoe, SE., Msi tidak diberikan kesempatan sama sekali baik dalam membacakan visi dan misi pasangan calon maupun saat menjawab pertanyaan dalam debat.

Semua pembicaraan, baik itu saat membacakan visi dan misi, menjawab pertanyaan moderator, mmberikan pertanyaan kepada lawan debat, maupun memberikan tanggapan kepada pertanyaan dari lawan debat. Semuanya dikuasai oleh Calon Bupati Stefanus Bria Seran.

Sebaliknya, Calon Wakil Bupati dari Pasangan Calon dari paket SNKT, Kim Taolin dua kali diberikan kesempatan oleh Calon Bupatinya untuk berbicara baik itu saat membacakan Visi dan Misi maupun saat menjawab pertanyaan dari lawan debat.

Hal ini menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat Malaka yang menyimak jalannya proses Debat Terbuka tersebut. “Benar to… SBS bilang Wakil Bupati tidak ada kuasa, makanya pak Wendelinus tidak omong, “ ungkap salah seorang warga usai menonton Debat Terbuka Pilkada Malaka 2020.

Sebelumnya, Calon Bupati Malaka Stefanus Bria Seran pernah menegaskan bahwa Wakil Bupati tidak memiliki kuasa dalam memimpin sebuah wilayah. Pernyataan itu diungkapkannya saat Deklarasi paket Stefanus Bria Seran – Wandelinus Taolin atau akrab dikenal SBS-WT di Lapangan Umum Haitimuk, Kabupaten Malaka, Perbatasan RI-RDTL pada, Jumat (4/9/2020).

SBS menegaskan bahwa dirinya pernah mengingkari nyampaikan kepada calon wakil bupatinya untuk mencermati UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Dikatakan bahwa berdasarkan aturan tersebut, maka seorang wakil bupati tidak memiliki kewenangan. Wakil bupati hanya menjalankan tugas-tugas yang diperintahkan oleh seorang bupati.

Karena itu, dirinya mengingatkan kepada Wande Taolin agar berbuat baik dengan dirinya sebagai bupati agar Wande bisa diberikan tugas dan pekerjaan.

SBS juga meminta kepada WT, sapaan akrab Wande Taolin,agar tidak membuat permusuhan dengan dirinya gar WT dapat dihargai.

“Saya bilang ke bapa Wande, bapa Wande, baca UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah dengan baik. Wakil Bupati tidak ada kuasa. Wakil bupati itu hanya ada kerjaan. Jadi baik-baik dengan bupati supaya dapat penugasan-penugasan. Jangan buat keonaran-keonaran. Kalau buat keonaran-keonaran… pak nanti tidak dihargai. Jadi baik-baik sajalah! Ya… baik-baik saja. Kalu pak baik itu, saya hormat sekali,” tungkasnya di hadapan ribuan massa pendukung yang hadir.

Tak lupa, pada kesempatan itu, dirinya juga mengingatkan partai pengusung WT agar harus dapat menjaga keharmonisan dan selalu mengingatkan kepada kadernya agar tidak membuat keonaran dengan bupati.

“Jadi saya juga harus menyampaikan di hadapan partai koalisi supaya hal ini harus jaga. Jangan ada feo kiri feo kanan,” ucapnya.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar