Beranda Hukum & Kriminal Dengan Keterbatasan BNNP NTT Tetap Preventif Brantas Narkoba

Dengan Keterbatasan BNNP NTT Tetap Preventif Brantas Narkoba

222
0

KUPANG, Flobamora-news.com –BNN Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNNP NTT) melalui Bidang P2M Seksi Pencegahan melakukan jumpa pers bersama wartawan tentang Bahaya Narkoba dan bagaimana upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkotika, walaupun dengan keterbatasan yang ada.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pemberantasan Markus Raga Dajara, SH. M.Hum di Aula Kantor BNN pada Jumat (4/9/2019).

Kegiatan ini dibuka oleh Markus Raga Djara yang menyampaikan, diawal pemerintahan Presiden Joko Widodo, beliau mengatakan bahwa Indonesia saat ini darurat narkoba, dan menyerukan Perang Besar terhadap segala bentuk kejahatan Narkotika.

“Berdasarkan pernyataan ini BNN Propinsi NTT sebagai lembaga negara yang bertugas melaksanakan pemerintahan dibidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) untuk lebih agresif dalam menangani masalah Narkotika melalui strategi demond reduction dengan tindakan prenventif guna memberikan kekebalan kepada masyarakat agar mereka imun terhadap penyalahgunaan Narkotika dan strategi supply reduction, melalui penegakan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat Narkotika jera”, jelas Markus.

Markus melanjutkan, sebagai upaya untuk melindungi masyarakat NTT dari kejahatan Narkotika maka tahun ini BNNP NTT aktif melakukan langkah-langkah preventif. Langkah ini diambil sebagai solusi yang paling tepat untuk mematikan pangsa pasar Narkotika di Indonesia terutama provinsi NTT, sehingga tidak lagi menjadi lahan subur bagi Sindikat Narkotika.

Upaya Pencegahan

Dalam rangka membrantas peredaran Narkotika tahun 2019 BNNP NTT melakukan pencegahan berupa:
– Pelaksanaan advokasi pembangunan berwawasan anti Narkoba di Instansi Pemerintah dan Swasta.
– Pelaksanaan Deseminasi Informasi P4GN.
– Pelaksanaan sosialisasi bahaya Narkoba (Non Dipa).

Upaya pencegahan yang dilakukan Seksi Pencegahan banyak sekali mengalami kendala dan hambatan terutama dalam upaya penyebaran informasi dan pencegahan kepada seluruh komponen masyarakat antara lain:
– Luas Wilayah Propinsi NTT
– Keterbatasan anggaran
– Keterbatasan personil dan SDM
– Kurangnya dukungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota
– Kurangnya dukungan instansi swasta tingkat provinsi dan kabupate/kota.

“Walaupun dengan keterbatasan yang ada Bidang P2M Seksi Pencegahan tetap berkomitmen menyebarkan informasi bahaya Narkoba secara rutin dan bersifat masif demi melindungi generasi bangsa dimasa yang akan datang”, ujar Markus.


Reporter: Merry Lewar


Komentar