Beranda Hukum & Kriminal Dianiaya Pria Mabuk, Louis Minjo Minta Kasusnya Tetap Diproses

Dianiaya Pria Mabuk, Louis Minjo Minta Kasusnya Tetap Diproses

74
0

LABUAN BAJO: Flobamora-news.com  – Pria mabuk bernama Ferdi diduga telah menganiaya seorang jurnalis Petrus Alosius Hermanto (43) hingga babak belur. Hal tersebut terjadi di Dusun Kaper Desa Galo Bilas Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (29/5/2020) malam sekitar pukul 24.45 WITA

Tak terima atas kejadian tersebut, pria yang biasa disapa Louis Minjo bersama kerabatnya melaporkan kejadian tersebut di Sentra Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mabar, Sabtu malam.

Laporan polisi dilakukan usai kejadian pada sejak Sabtu malam hingga Minggu (31/5) pukul 01.35 Wita. Bukti Laporan polisi tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor : STPL / 75 / V / 2020 / NTT / Res Kabar tertanggal 30 Mei 2020.

Saat memberikan keterangan, terlihat Loius yang masih menahan sakit akibat dianiaya karena mengalami sakit di punggung, luka lecet di jari tangan kiri dan lebam di lutut kanan karena benturan. Selasai melapor korban berjalan tertati-tatih didampingi sang adik Bonefasius Oldam (40) meninggalkan Mapolres Mabar.

Korban juga telah melakukan visum et repertum di Puskesmas Labuan Bajo.

“Saya akan diperiksa lagi oleh penyidik Satreskrim Polres Mabar hari Selasa nanti,” katanya kepada awak media.

Pihaknya berkomitmen untuk kasus yang menimpanya ini tetap diproses hingga ke pengadilan.

“Saya tidak terima, sehingga ada efek jera bagi pelaku,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis pukul 03.50 Wita, Kapolres Mabar, AKBP Handoyo Santoso, SIK., M.Si belum dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, seorang jurnalis di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Petrus Aloisius Hermanto (43) dianiaya hingga babak belur, Sabtu (29/5/2020) malam.

Petrus yang biasa disapa Louis Minjo dianiaya pria yang tengah mabuk minum minuman keras (miras) bernama Ferdi di Dusun Kaper Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar sekitar pukul 23.45 Wita.

“Saya ditendang hingga masuk ke dalam got, setelah itu hidung saya masih dipukul lagi,” kata Louis saat ditemui Sabtu malam.

Akibat dianiaya, mantan jurnalis TVRI ini mengalami sejumlah luka mengaku sakit di sekujur tubuhnya.

Sebelum dianiaya, lanjut Louis, ia tengah mengikuti acara internal keluarga di kediaman saudaranya, Honorius Sema.

Saat itu, ia dipercaya untuk memainkan keyboard mengiring beberapa saudara yang menyanyi.

Pelaku bersama rekannya berinisial O, datang dalam keadaan mabuk miras dan bergabung bersama beberapa tamu lainnya.

“Saya kan main keyboard iringi lagu, saya tidak tahu dia datang dari mana, yang jelas dia tidak diundang,” katanya.

Saat bersama, sempat terjadi keributan yang dilakukan oleh pelaku, sehingga pemilik rumah meminta pelaku untuk pulang.

Acara keluarga pun dihentikan karena sudah larut malam dan pelaku hendak diantar pulang menggunakan mobil milik salah satu rekan Louis yang hadir.

“Saya juga pergi kencing di got yang berada di dekat rumah, pelaku ini kebetulan belum diantar pulang, tiba-tiba dia tendang saya dari belakang saat saya kencing,” kisahnya.

Akibat ditendang pelaku, Louis terjatuh dalam got dan mendapati luka lecet di tangan dan memar di lutut kanan akibat benturan. Bahkan celana jeans yang dikenakannya pun robek.

Tidak sampai di situ, pelaku sekali lagi melakukan penganiayaan dengan memukul tepat di wajah Louis sebanyak satu kali.

“Saya kaget karena ditendang tiba-tiba, setelah keluar dari got dan berdiri, saya tanya dia kenapa pukul saya, dia (pelaku) bilang, kau mau lawan saya?, Lalu dia pukul saya lagi,” tutur Louis menirukan perkataan pelaku.

“Dia juga bilang kau yang buat berita korona,” tambahnya.

Louis tidak melakukan perlawanan saat dianiaya dan pelaku langsung diantar pulang menggunakan mobil.

“Dia langsung pulang karena ada saudara saya berdatangan ke lokasi kejadian,” ungkapnya.

Adik korban, Bonefasius Oldam (40) mengaku kaget saat mengetahui kakaknya dianiaya pelaku.

Bonifasius mengaku, keluarga mengetahui korban dianiaya setelah mendengar teriakkan korban yang dianiaya.

“Jarak dari rumah ke tempat kejadian itu 15 meter, saya lari ke sana setelah dengar ada teriakan, tapi pelaku sudah meninggalkan lokasi,” jelasnya.

Bonifasius membenarkan bahwa pelaku sempat membuat keonaran hingga timbul ketidaknyamanan bagi pemilik rumah dan tamu lainnya.

Sehingga, kata dia, pelaku yang saat itu tengah mabuk berat diantar pulang.

“Saat duduk bersama, pelaku sempat putar banting meja,” ungkapnya.

Keributan yang terjadi saat itu diselesaikan bersama, bahkan pelaku sempat berlutut dan meminta maaf kepada pemilik rumah.

Namun demikian, pihaknya tidak terima atas perbuatan pelaku yang menganiaya kakaknya, terlebih saat korban tengah buang air kecil dan dianiaya tanpa sebab.

 


Reporter:  Team


Komentar