Diduga Ada Instansi di Rohil Kebagian Hasil dari Raja Kayu

  • Bagikan

BAGANSIAPIAPI, Flobamora-news.com – Sekretaris Jenderal LSM Lumbung Informasi Rakyat (Lira) cabang Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Sukirno mengatakan, semua instansi terkait di Rohil Diduga mendapat bagian dari hasil kayu ilegal loging (Ilog) dari raja hutan/pengusaha kayu.

“Saya (Sukirno, red) terbuka saja, bukan rahasia umum lagi bahwa semua instansi terkait di Rohil ini mendapatkan bagian dari pengusaha kayu ilegal loging” Katanya kepada tim LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (DPP LSM KPK) dan wartawan yang dipimpin B. Annas, Rabu (16/10/2019) Pukul 04.58 Wib di warung Mie Aceh Jln. Pahlawan.

Swipe up untuk membaca artikel

Oknum yang mengaku Sekjend lsm Lira-Rohil itu disebut-sebut sebagai kaki tangan Raja Hutan Lindung/pengusaha kayu ilegal loging di Rohil selama ini.

Menurut Sukirno, merajalelannya perambahan hutan lindung selama ini di Rohil karena mendapat restu dari oknum tertentu diseluruh instansi terkait sehingga pengusaha lebih leluasa menggundulnya. Trik yang kami gunakan bila ada rajia, masyarakatlah yang kami suruh didepan. Kalau pengusaha/Raja Hutan Lindung menunggu di rumah saja.

Baca Juga :   FPI Dibubarkan, Kabaharkam Polri: Pembiaran dapat Menjadi Embrio Perpecahan NKRI

Ketika awak media menanyakan ada pihak kepolisian menerima bagian hasil gundulan hutan lindung itu dari oknum raja hutan tersebut?

Sukirno menjawab, pokoknya semua instansi. Tegasnya.

Informasi berkembang dilapangan, Sukirno diduga menggunakan LSM Lira untuk back-up pelaku perambahan hutan lindung secara tidak manusiawi demi meraup keuntungan pribadi/kelompok tertentu.

Secara terpisah Kapolres Rohil, Mustofa, saat dikonfirmasi tim awak media melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya mengatakan, “Apabila benar Informasi adanya kayu ilegal loging tetap kita tindak lanjuti, maaf saya masih ada kegiatan di Pekanbaru. Kalau mau konfirmasi langsung saja ke Humas Polres Rohil”,

  • Bagikan