Beranda Hukum & Kriminal Diduga Ada Mafia BBM Subsidi Oleh Beberapa Perusahaan di Perbatasan RI-RDTL

Diduga Ada Mafia BBM Subsidi Oleh Beberapa Perusahaan di Perbatasan RI-RDTL

1223
0
Sejumlah Truk milik perusahaan Industri ikut antre di SPBU Halifehan

BELU, Flobamora-news.com Diduga adanya mafia BBM di Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL yang dilakukan oleh para pengusaha pengguna BBM Industri. Hal ini tampak jelas dengan banyaknya truk milik perusahaan pengelola industri yang mengisi BBM di SPBU yang ada di Kabupaten Belu.

Praktik pengisian BBM Subsidi oleh kendaraan milik pihak perusahaan ini sudah berlangsung lama. Namun, tidak ada teguran dari pihak yang berwenang, baik dari pihak pemerintah maupun dari pihak kepolisian.

Satu pekan terakhir ini terjadi kelangkaan BBM jenis Solar di Kabupaten Belu. Akibatnya, banyak kendaraan yang mengantre di beberapa SPBU yang ada di Kabupaten Belu. Berbagai kendaraan yang mengantre itu tidak hanya angkutan umum dan angkutan pribadi saja, tapi juga truk milik perusahaan industri.

Melihat hal tersebut, awak media yang tergabung dalam Persatuan Jurnalis Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL melakukan investigasi di beberapa SPBU yang ada di Kabupaten Belu, mulai dari dalam kota hingga luar kota Atambua. Hasilnya sama, antrean panjang dari kendaraan milik perusahaan industri ikut berjejer di SPBU.

Hal ini berbanding terbalik dengan SPBU Industri. SPBU Industri terlihat kosong dan tidak ada satu kendaraan pun yang datang mengantre.

Pemilik SPBU Industri, PT. Kuda Laut Timor, Baldin Tanur yang dihubungi secara terpisah di kediamannya, Selasa (02/07/2019) siang mengungkapkan fakta mengejutkan terkait dengan kelangkaan BBM yang terjadi sepekan ini di Kabupaten Belu.

Baldin menuturkan bahwa sepekan terakhir terjadi pengurangan pasokan BBM jenis Solar di Kabupaten Belu. Biasanya 10 Ton per hari dikurangi menjadi hanya 5 Ton per harinya.

Kondisi ini makin diperparah dengan adanya praktik “mafia” BBM di Kabupaten Belu oleh Perusahaan Industri. Diungkapkan bahwa para pengusaha tidak memanfaatkan BBM Industri, tapi Justru menggunakan BBM jenis Solar Bersubsidi.

“Iya memang stok untuk satu minggu ini dibatasi tapi kondisi ini diperparah lagi dengan praktek dimana sejumlah perusahaan di Belu tidak pernah membeli solar industri,” ungkap Baldin kepada awak Media.

Balding menuturkan, untuk stok solar industri di Belu penyedia hanya dilakukan PT. Kuda Laut Timor. Sedangkan solar non subsidi jenis Dexalite hanya ada di SPBU Fatubanao dengan jumlah terbatas.

Pemanfaatan Solar Industri yang disediakan PT. Kuda Laut Timor hanya 15 persen. Menurutnya, hanya ada satu sampai tiga perusahaan saja yang memanfaatkan BBM Industri. Sedangkan ada sejumlah perusahaan besar tidak pernah membeli solar industri. Padahal, jumlah proyek di Belu dengan volume besar cukup banyak.

“Saya punya data. Sejumlah perusahaan besar di Belu tidak pernah beli solar industri. Yang beli solar industri hanya satu sampai dua perusahan saja. Lalu mereka ambil BBM dimana karena stok dexalite di SPBU Fatubanao juga tidak seberapa banyak,” tukasnya.

Pantauan media, BBM jenis solar semakin langka terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan RI-Timor Leste. Sejumlah pengendara angkutan umum dan barang harus rela antri lama akibat sulitnya mendapat solar. Kelangkaan Solar ini sudah terjadi sejak pekan lalu hingga hari ini, Selasa (02/07/2019) pagi.

Pantauan Pena Batas RI-RDTL, kondisi tersebut terlihat di SPBU Halifehan – Kecamatan Kota Atambua, SPBU Wekatimun – Sesekoe – Kecamatan Atambua Barat, SPBU Wekatimun -Kecamatan Atambua Barat, SPBU Dari babak – Atambua Selatan, SPBU Naresa – Kecamatan Tasifeto Barat, dan SPBU Halilulik – Tasifeto Barat.

Di SPBU Halifehan, sejumlah truck teronton milik sejumlah Perusahaan yang mengantri diduga akan mengambil solar subsidi terpaksa diusir keluar dari area SPBU oleh petugas gabungan dari Bagian Ekonomi Setda Belu dan Kesbangpol Kabupaten Belu yang memantau pada Selasa (2/7/2019) pagi. Akan tetapi, di sejumlah SPBU lain masih terlihat beberapa truk tronton yang mengisi BBM di beberapa SPBU lain.

Sebagai informasi, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014‎, pengguna BBM Tertentu adalah rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum. (Richi Anyan)

Komentar