Beranda Hukum & Kriminal Diduga Aniaya Kepala Dusun Desa Fetmone, Kepala Desa Lil’ana di Polisikan

Diduga Aniaya Kepala Dusun Desa Fetmone, Kepala Desa Lil’ana di Polisikan

723
0

SOE, Flobamora-news.com – Kepela Desa Liliana, Kecamatan Nunbena, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Sakarias Tanu diduga kuat telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap Welem V. Bkko warga Desa Fetomone. Pasalnya kejadian tersebut terjadi akibat dari pengaruh minum minuman beralkohol (Mabok miras). Hal tersebut terjadi di Kot,RT.009/RW.04 Dusun I Desa Fetomone, pada Kamis (20/05/2021).

Sakarias saat ini sudah dilaporkan ke Polres TTS dengan laporan polisi bernomor Pol : LP/123/V/2021/Tes TTS tertanggal 21 Mei 2021 yang ditandatangani oleh Kanit II SPKT Polres TTS Bripka Didi Hendro.

Korban Welem V. Boko yang menjabat sebagai Kepala Dusun I beralamat di RT.003/RW.001, Desa Fetomone, ketika di temui oleh sejumlah wartawan menjelaskan bahwa peristiwa terjadi pada Kamis (20/5) dan pada tanggal (21/05/2021) barulah korban melaporkan persoalan ini ke Polres TTS.

Welem mengatakan bahwa, ia baru saja dari kebunnya yang berada di fetomone dan hendak menuju ke Liliana dengan berjalan kaki.
Dalam perjalanan ia bertemu dengan Yonas Naif sekitar pukul 17.00 WITA. Lalu kemudian Yonas Naif menanyakan keberadaan Kepala Desa yang kemudian dijawab oleh korban bahwa kepala desa Lilana sedang dalam perjalanan menuju kesini.

“Saya ketemu Yonas Naif dan dia tanya kades jadi saya bilang kalau mau perlu tunggu saja karena kades juga datang lewat jalan ini”,kata korban.

Lalu keduanya berhenti dan menunggu kepala desa sambil makan siri pinang..Tidak lama kemudian kepala desa Lilana pun datang, lalu Yonas bergegas dari tempatnya dan menemui sang kades,dan terjadilah perbincangan antara Yonas dan kepala desa lilana.
“Saya hanya diam karena tidak tahu persoalan diantara mereka. Tiba tiba kepala desa turun motor dan pukul saya”, ujarnya.

Dirinya dipukul berulang kali ke arah wajah dan mencekik sehingga jatuh. Bukannya berhenti namun justru pelaku terus memukuli korban.
Setelah itu pelaku bergegas pergi sambil mengatakan kepada korban bahawa ia akan menunggu di rumah.

Merasa tidak puas,korban akhirnya didampingi keluarga melaporkan ke Polres TTS, agar kasus ini diproses secara hukum.

Ketika ditanya jika ada pendekatan dari Kepala Desa untuk berdamai, korban mengatakan bahwa, sejak terjadinya peristiwa ini, pelaku dalam hal ini kepala desa Lilana tidak menemui korban hingga persoalan ini dilaporkan ke polres TTS. Oleh karena itu saya sebagai korban tidak akan mau berdamai dan biarlah
Foto: Roby Liem Keluarga Korban

Sementara itu salah satu keluarga yang mendampingi korban, Robi Liem kepada wartawan bahwa, saya sebagai keluarga korban sangat menyayangkan tindakan kepala desa yang suka main hakim dengan masyarakat, seorang kepala desa seharusnya menjadi contoh yang baik buat masyarakat, namun justru berbuat tindakan yang yang tidak terpuji, dengan menganiaya warga tanpa alasan yang jelas.

“Kami dari keluarga tunggu itikad baik dari kepala desa namun tidak ada sehingga keluarga mengambil keputusan untuk melaporkan polisi”, ujarnya dengan penuh kesal.

Lanjut Robi bahwa, pihak keluarga akan tetap menolak jika setelah adanya laporan dan kades ingin berdamai.

“Kita sudah laporkan jadi biarkan proses hukum berjalan sehingga jadi efek jera”, jelas Robi.

Sementara kepala desa Lil’ana yang di konfirmasi lewat telepon selulernya, namun ketika di hubungi nomornya tidak aktif hingga berita ini di turunkan.



    Reporter: YOR T


    Komentar