Diduga Diancam Seorang PNS Laporkan Ponaannya Ke Polisi


  • Bagikan

Foto: Kanit Reskrim Bripka Purwanto

SOE, Flobamora-news.com – Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pengadilan Negeri Soe, Nitanel Nomlene melaporkan keponakannya, Antonia Nomlene ke Polsek Amanatun Selatan. Pasalnya peristiwa tersebut diduga terlapor mengancam pelapor. Kasusnya terjadi pada tanggal (28/10/2021) di Pasar Mingguan, Desa Op, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten TTS Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Swipe up untuk membaca artikel

Berdasarkan laporan tersebut pihak Polsek Amanatun Selatan telah meminta terlapor untuk datang ke polsek pada Jumat (12/11/2021) guna dilakukan klarifikasi sebagai saksi.

Kapolsek Amanatun Selatan melalui Kanit Reskrim, Bripka Purwanto,S.I.P, membenarkan adanya laporan kasus tersebut.

“Tadi kedua belah pihak sudah datang dan ini hanya sebatas klarifikasi. Setelah mendengar keterangan dari para saksi, saya mencoba untuk mediasi dan menyelesaikan secara Restorative Justice mengingat keduanya masih ada hubungan keluarga. Kami mengedepankan pendekatan integral antara keduanya untuk mencari solusi serta kembali pada pola hubungan baik dalam masyarakat”, jelas Purwanto.

Lebih lanjut Purwanto mnjelaskan bahwa kadus ini terlapor tidak bertetapan saat mengancam tetapi pelapor mendengar dari saksi lain. Jika kasus ini dipaksakan maka bisa saja tindak pidana ringan, (Tipiring).

Baca Juga :   Aneh! Dikonfirmasi Soal Pembangunan Drive Thru  Pihak BNI Pekanbaru Tidak Memberikan Tanggapan

Purwanto juga menambahkan bahwa dari hasil klarifikasi, terlapor tidak mengakui bahwa ia telah mengancam pelapor. Setelah dimediasi, kedua belah pihak sepakat untuk selesaikan secara damai.

Foto:Terlapor

Sementara terlapor Antonia Nomlene, yang sempat di wawancarai oleh wartawan mengatakan bahwa, ia merasa kaget ketika mendapat surat undangan klarifikasi dari Polsek. Dirinya merasa tidak pernah mengancam siapa-siapa, namun tiba-tiba dirinya dilaporkan ke pihak yang berwajib.

^Yang membuat kecewa adalah, pelapor adalah bapak besar saya. Jika bapak dengar bahwa saya ancam ya panggil atau datangi dan tanya betul atau tidak, bukan harus main lapor-lapor saja. Apa lagi saya adalah seorang perempuan, pastilah merasa malu dengan apa yang telah dituduhkan. Semoga ini yang terakhir kali, dan jangan terjadi lagi”, ujar Antonia.

Foto; Kepala Desa Saenam

Kepala Desa Saenam, Eduard Y. Tualaka mengatakan bahwa, ia juga merasa kesal dengan tindakan dari pelapor Nitanel Nomlene. Alasannya bahwa, jika masyarakat saya melakukan kesalahan maka laporkan ke pemerintah desa dulu biar kita bisa selesaikan.

  • Bagikan