Beranda Hukum & Kriminal Diduga Dikeroyok, Esron Baimetan Polisikan Para Pekerja PT. SKM

Diduga Dikeroyok, Esron Baimetan Polisikan Para Pekerja PT. SKM

822
0

Foto; Korban Esron Baimetan

SOE, Flobamora-news.com – Sopir Dam trek Esron Baimetan telah melaporkan PT. SKM ke pihak Kepolisian dengan Nomor.STPL/15/VII/2021 Sek Mollo Utara. Pasalnya korban dikeroyok oleh sejumlah pekerja yang sementara menyelesaikan tender jalan menuju Kecamatan Fatumnasi. Aksi tersebut terjadi pada (22/07) di Fatukolen, Desa Tunua, kecamatan Mollo Utara kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT.

Korban Esron Baimetan yang di temuai awak media ini di rumah keluarganya di kota kapan, mengatakan bahwa, saya yang mengangkut bahan materil berupa kerikil dan saya juga kerja di PT.Rimba Mas kupang.

Kronologis Kejadian

Pada hari kamis tanggal (22/07/) sekitar pukul 15:00 WITA, saat itu saya lewat bawa kerikil menuju ke Desa Nenas Kecamatan Fatumnasi, melewati jalan yang sementara di kerjakan oleh PT. SKM. Saat itu tidak ada tanda larangan yang dipasang sehingga saya pikir bisa lewat. Ternyata di pertengahan jalan saya ditahan lalu damarahi oleh para pelaku. Katanya, “kau tidak bisa tahan sedikit ko”,. Karena saya sudah ditegur dan dimarahi, maka saya pun minggir lalu parkir. Niat saya ingin minta maaf, namun sebelum turun dari mobil, saya ingin dipukul, namun tidak ada ruang. Korban disuruh turun oleh para pelaku. Turun dari mobil, langsung disambut dengan pukulan ke arah wajah, yang lainnya menendang ke arah rusuk hingga saya terjatuh. Nama para pelaku saya tidak tahu, tapi dua pelaku saya kenal persis muka dan ciri-cirinya. Pelaku yang satu ciri-cirinya, kaki tinggi, kulit putih, sedangkan pelaku yang satunya pendek badan besar dan bibirnya sumbing.

Sementara itu keluarga korban, Yosefina Foel Lake, kepada media ini bahwa, saya selaku keluarga korban mengutuk keras tindakan yang di akukan oleh para pelaku. Perbuatan mereka sangat tidak terpuji, kami dari keluarga minta agar kasus pengeroyokan yang menimpa Esron harus di proses secara hukum agar para pelaku di beri efek jera serta tidak mengulangi perbuatan yang tidak terpuji.

“Jika korban melakukan kesalahan apa salahnya dibicarakan dengan baik-baik, kenapa harus main hakim sendiri. Sekali lagi saya minta kepada pihak kepolisian (Polsek Mollo Utara) agar menangkap para pelaku dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku”, pungkas Yosefina.


Reporter: YOR T


Komentar