Beranda Hukum & Kriminal Diduga Kades Nanaet Aniaya Warganya Saat Bermain Judi

Diduga Kades Nanaet Aniaya Warganya Saat Bermain Judi

580
0

Belu, Flobamora-news.com – Diduga Kades Nanaet, Kandrianus Taek memukul salah seorang warganya, Gregorius Leto (46) saat dirinya sedang bermain judi di Dusun Lahoan A, Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaetduabesi, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL Pada Rabu (4/12/2019) sekitar pukul 01.00 dini hari.

Menurut salah satu saksi, Yohanes Atok, kejadian itu terjadi di Lokasi judi pada acara pengatapan Rumah Adat Lahoan Uma Kukun di Desa Fohoeka. Saat itu, Gregorius datang untuk menonton Kepala Desanya yang sedang bermain Judi Bola Guling.

Menurut Yohanes, Gregorius sempat berteriak untuk meramaikan suasana judi. Akan tetapi, Kades Kandrianus merasa risih dan berkata, “Kau (Gregorius, red) siapa? Kau warga mana yang sok kenal dengan saya Ini?”

Mendengar pertanyaan tersebut, Gregorius pun datang mendekat ke Kandrianus sembari bertanya, “Masa kau tidak kenal saya? Saya kan kau punya warga”. Saat itu, Kades Kandrianus langsung memukul Gregorius. Belum sempat membalas, warga pun langsung melerai keduanya. Kejadian pemukulan itu disaksikan oleh banyak warga yang ada di lokasi kejadian.

Melihat ada lebam pada tubuh Gregorius, beberapa keluarganya pun segera membawa korban ke Rumah Sakit Marianum Halilulik. Usai mendapat perawatan yang di rumah sakit, akhirnya Gregorius pun diperbolehkan untuk kembali ke rumah.

Gregorius yang ditemui di RS Marianum Halilulik menceritakan sesuai apa yang disampaikan oleh Yohanes. Dikatakan bahwa dirinya saat itu sedang menonton Kades Kandrianus yang sedang bermain Judi Bola Guling. Untuk meramaikan suasana, dirinya pun sedikit berteriak sembari menyebutkan nama Kadesnya itu.

Namun entah mengapa, Kades Kandrianus bertanya, “Kau siapa? Kau warga mana? Saya tidak kenal Kau,” ujarnya menirukan kembali apa yang disampaikan Kandrianus kepadanya.

Karena itu, Anggota Linmas Desa Nanaet itu datang menghampiri Kandrianus sembari berkata, “Masa Kepala Desa tidak kenal saya? Saya ini kan pak punya warga to,” tuturnya.

Saat itu, menurutnya, Kandrianus sempat melontarkan ancaman untuk dirinya. “Jangan berdiri terlalu dekat, kalau tidak saya pukul orang betul,” ujarnya menirukan apa yang disampaikan Kandrianus.

Mendengar itu, Gregorius pun semakin mendekat. Tiba-tiba Kandrianus pun langsung memukul Gregorius sekali di bagian mulut dan tiga kali memandangnya di bagian dada. Dirinya pun tidak sempat membalas karena sudah dilerai oleh warga.

Karena banyak keluar darah dari mulutnya, beberapa sanak keluarganya segera membawa Gregorius ke Rumah Sakit Marianum Halilulik untuk dirawat.

Usai mendapat perawatan, Gregorius pun diperbolehkan untuk pulang. Gregorius pun segera melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polsek Tasifeto Barat.

Sesampai di Polsek, Kandrianus bersama beberapa warga lain sudah menunggu di sana. Kandrianus kepada awak media mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak memukul Gregorius. Dirinya malah menyuruh Gregorius untuk kembali ke rumah karena melihat kondisinya yang sudah mabuk.

“Jadi begini, kami ini sementara bermain (Bola Guling, red). Dia datang langsung berteriak. Jadi saya bilang, lebih baik kau pulang untuk tidur sudah. Lalu dia (Gregorius) bilang, ‘Terus kepala desa, kau tegur saya ini kenapa?’ karena itu, saya menyuruh dia untuk pulang tidur,” jelasnya.

Karena merasa diancam untuk dipukul bahkan diancam untuk ditikam, maka Kandrianus balik mengancam untuk segera menelpon Kapolsek Tasifeto Barat. Kepala Desa Nanaenoe yang ada di Lokasi pun sempat menegur Gregorius.

“Karena dia mau pukul saya, makanya saya bilang kalau kau mau pukul saya, lebih baik saya telepon kapolsek. Kepala Desa Nanaenoe juga sempat tegur dia karena dia ancam mau tikam kami dua. Kepala Desa Nanaenoe bilang, ‘Kau tikam kami berarti kau masuk penjara’. Tapi dia (Gregorius, red) bilang, ‘Saya masuk penjara juga nanti keluar kembali, tapi kamu dua sudah mati,” katanya.

Saat itu ada dua anggota Brimob di Lokasi. Melihat ada pertengkaran itu, kedua Brimob langsung datang ke lokasi kejadian untuk mengamankan Gregorius.

Menurut Kandrianus, kedua Brimob itu sempat memukul Gregorius karena melihat Gregorius sedang mengancam kepala desa.

“Jadi, kedua Brimob itu sempat pukul dia (Gregorius, red) karena dia mau pukul saya to. Kalau saya sama sekali tidak pukul dia” elaknya.

Akan tetapi, ketika ditanya soal lebam dan luka yang ada pada tubuh Gregorius, Kandrianus berkelik bahwa kemungkinan Gregorius terjatuh.

“Jadi, dia datang dengan mabuk parah. Kemungkinan dia jatuh sampai mulut luka. Setelah itu dia bilang saya pukul dia, sembarang saja,” tegasnya. “Jadi kalau ada yang bilang saya pukul dia itu keliru,” lanjutnya.

Menurut Kandrianus, setelah Gregorius diamankan oleh dua anggota Brimob, dirinya langsung kembali ke rumah adat untuk tidur.

Kapolsek Tasifeto Barat, IPTU Hadi Syamsul Bahri yang ditemui awak media menuturkan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan kepada pihak pelapor dan beberapa saksi lain.

“Terkait laporan tersebut, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, apakah benar tindak pidana tersebut. Bila proses penyelidikannya sudah bisa ditingkatkan ke penyidikan, pasti kita tingkatkan,” jelasnya.

Dirinya menghimbau kepada kedua pihak, baik pelapor maupun terlapor agar mempercayakan semua proses kepada pihak kepolisian. Dirinya juga meminta agar kedua pihak tidak melakukan hal-hal lain yang bisa merugikan salah satu pihak.

“Saya menghimbau kepada kedua pihak baik pelapor maupun terlampir agar bisa menahan diri agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan kedua belah pihak, tidak melakukan balasan seandainya terjadi tindak pidana tersebut,” imbuhnya.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar