Beranda Lintas NTT Digugurkan Sebagai Calon Pilkades Supul, Benyamin Mengadu Ke Komisi I DPRD TTS

Digugurkan Sebagai Calon Pilkades Supul, Benyamin Mengadu Ke Komisi I DPRD TTS

1075
0

SOE, Flobamora-news.com – Benyamin Faot (40) salah satu bakal calon Kepala Desa mendatangi komisi I DPRD TTS guna mengadukan kinerja Panitia Seleksi Kepala Desa Supul. Pasalnya ia telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa dan digugurkan oleh panitia desa dengan alasan tidak melengkapi surat dari pengadilan negeri Soe yang menyatakan hak pilihnya tidak dicabut. Hal ini disampaikan oleh bakal calon Benyamin Faot (40)  warga Desa Supul Kecamatan Kuatnana Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur pada, Senin (15/6/2020).

Menurut Benyamin, dirinya sudah melampirkan surat keterangan tidak pernah dipidana dan surat dari pengadilan negeri Soe yang menyatakan jika surat keterangan hak pilihnya tidak dicabut sama dengan surat keterangan tidak pernah dipidana.

“Saya selaku calon Kepala Desa, merasa dirugikan dan tidak puas karena seluruh persyaratan pendaftaran kepala desa sudah saya lengkapi. Tetapi kenapa saya tidak lolos administrasi. Pada hal Pengadilan Negeri Soe sudah mengeluarkan surat yang menerangkan jika surat keterangan tidak dicabut hak pilihnya sama dengan surat keterangan tidak dipidana. Namun oleh panitia saya tetap digugurkan dengan alasan tidak melampirkan surat keterangan tidak dicabut hak pilihnya,” jelas Benyamin dengan nada kesal.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi I, Hendrik Babys menegaskan akan menyikapi secara serius pengaduan tersebut. Komisi 1 akan mengatur waktu untuk melakukan sidak ke Desa Supul. Dari keterangan awal yang didapat dari pihak BPMD, jika tahapan Pilkades pasca pengumuman akan memasuki tahapan pengaduan.

“Nantinya tim pengawas Pilkades akan melakukan penelitian terhadap pengaduan yang masuk. Sebelum mengeluarkan rekomendasi terhadap pengaduan tersebut. Kita dari komisi I juga akan turun ke lapangan untuk menyikapi pengaduan inii”, kata Hendrik Babys.

Melianus Bana, Anggota DPRD TTS yang ikut menerima pengaduan Benyamin meminta BPMD untuk menyikapi secara serius pengaduan tersebut. Jika dari hasil penelitian terhadap pengaduan tersebut diketahui alasan pengguguran Benyamin mengada-ada maka Benyamin harus kembali diakomudir sebagai calon kepala desa supul guna bertarung di Pilkades tahap III mendatang.

“Jika keputusan panitia seleksi perangkat desa mengugurkan Benyamin terbukti keliru atau salah, maka Benyamin harus kembali diakomudir sebagai calon kepala desa,” jelas Melianus.

Ditambahkan Thomas Lopo, dirinya meminta agar pengaduan tersebut disikapi, dengan mendengar dari dua belah pihak. Ia juga meminta agar komisi I melakukan kunjungan ke desa supul guna mendengarkan klarifikasi langsung dari panitia seleksi kepala desa.

“Kita harus mendengar dari dua pihak sebelum memutuskan siapa salah, siapa yang benar. Oleh sebab itu, sangat penting untuk kita mendengarkam klarifikasi dari Panitia Seleksi Kepala Desa”, pungkasnya.


Reporter: Jor T


Komentar