Beranda Kota Kupang Dinas Ketahanan Pangan, Penggagas Festival BSL

Dinas Ketahanan Pangan, Penggagas Festival BSL

217
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Walikota Kupang,Jefry Riwu Kore Saat Rapat Koordinasi Festival BSL dan HUT Kota Kupang Ke22,.Jumat/20 April 2018 di Ruang Sasando Kantor Walikota Kupang, berulang kali sampaikan Apresiasi atas gagasan dan ide dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang yang dipimpin oleh Ibu Nuri Sungkono dan staff.

Festival BSL yang diadakan Sabtu/21 April 2018 di arena Car Free Day merupahkan Festival kuliner perdana, yang digelar dan terbesar di Dunia, dengan melibatkan lebih dari 18.500 orang, berhasil meraih penghargaan Leprid

Festival BSL (Bose, Se’i, Lu’at) digagas oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Nuri Sungkono.

Berikut petikan wawancara beritaflobamora.com dan Ibu Nuri Sungkono Usai Rapat Bersama OPD dan Walikota Kupang:

Bermula dari Program Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, NTT sebagai Propinsi Jagung dan ternak, namun hingga Saat Ini Belum Ada yang mengangkat Jagung sebagai Ikon Pangan Lokal NTT

“Kita Tahu bersama bahwa tidak semua orang makan jagung, dan selalu diasumsikan sebagai makanan orang miskin “ terang Nuri

“Belum ada yang mengangkat jagung yang dianggap sebagai makanan Orang Timor saja “jelas Nuri

“Kota Kupang tidak mempunyai lahan, 99% Pangan berasal dari luar, Semua masyarkat Lebih Banyak mengkonsumsi beras dan tepung dan gandum yang dijadikan roti, Sedangkan diluar Kota selalu menjual jagung, kenapa Kita tidak menjadikan Jagung Bose sebagai alternaltif pengganti Nasi “jelas Kadis Ketahanan Pangan Kota Kupang

“Kenapa tak gunakan jagung sebagai pengganti nasi “imbuh Nur

Sehingga Kami membuat Satu resep Bose, Se’i dan Lu’at dengan standar nilai gizi dewasa atau remaja per orang yang dapat mencukupi kebutuhan gizi.

Tujuan Festival BSL untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan, Meningkatkan Perekonomian Masyarakat dan Mengangkat Wisata Kuliner, papar Nuri Sungkono menutup wawancara bersama beritaflobamora.com. (*/dure)

Komentar