Beranda Kesehatan & Pola Hidup DinKes Provinsi NTT Adakan Pelatihan Kawasan Tanpa Rokok

DinKes Provinsi NTT Adakan Pelatihan Kawasan Tanpa Rokok

411
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Kegiatan pelatihan implementasi kawasan tanpa rokok dan upaya berhenti merokok bagi tenaga kesehatan, di laksanakan di aula Hotel Papa Jhon’s, 25/11/2019.
Turut hadir dalam kegiatan ini, kepala dinas kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Minggu Mere, M. Kes, dr. spesialis Paru, dr. spesialis jiwa, kepala seksi PTM dan Keswa serta 60 peserta yang berasal dari tenaga kesehatan dan guru dari 8 kabupaten ( Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sikka, Nagekeo, Manggarai).

“Kita ketahui bahwa trend penyakit saat ini lebih banyak penyakit degeneratif, dan penyakit-penyakit saat ini juga banyak yang di sebabkan oleh makanan yang mengandung bahan kimia atau yang tidak bisa terurai”, ucap Dominikus saat memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Indonesia menduduki peringkat ke-3 untuk jumlah perokok terbesar dari jumlah perokok dunia dan nomor satu di ASEAN (4,8%) setelah Cina (30%) dan India (11,2%). Data Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2011, prevalensi merokok di Indonesia 36,1% ( 67,4% laki-laki dan 4,5% perempuan, dengan rata-rata rokok yang di konsumsi adalah 10 batang per hari.

Fakta menunjukkan jumlah perokok di Indonesia terus meningkat, 34,2% pada tahun 2007 menjadi 36,3% pada tahun 2013, tambah Domi.

“Saat ini terdapat 12 kabupaten/kota yang memiliki Perda mengenai kawasan tanpa rokok yaitu Kota Kupang, TTS, TTU, Malaka, Belu, Rote Ndao, Lembata, Sikka, Flores Timur, Nagekeo, Manggarai dan Manggarai Timur.
Kadis Kesehatan Provinsi NTT mengharapkan agar kabupaten lain mulai untuk membentuk peraturan tentang kawasan bebas rokok”, jelasnya.

Rokok itu bukan dampaknya yang harus kita takuti tetapi ketergantungan akan merokok yang perlu kita hindari. Hanya komitmen dan motivasi yang dapat menyelamatkan kita dari perilaku merokok.


Reporter: Sisca De Sousa


Komentar