Beranda Hukum & Kriminal Disekap Empat Hari Oleh Oknum FB, Sang Kakak Rela Diperkosa Berulang Kali...

Disekap Empat Hari Oleh Oknum FB, Sang Kakak Rela Diperkosa Berulang Kali Demi Adiknya Yang Masih Pelajar

1124
0

SOE, Flobamora-news.com – Dua orang kakak beradik masing masing FEN (14 ) dan  MT (13) disekap oleh Seorang pria berinisial FB. Pasalnya kedua korban disekap selama Empat hari(26-30/4/ 2021). FEN rela diperkosa demi adiknya yang masih bersatatus pelajar. Korban diperkosa di Desa Oni Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan ((TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur. pada Jumat subuh keduanya diusir oleh pelaku.

Selama disekap  korban diperkosa sebanyak tiga kali Peristiwa yang menimpa dua anak dibawah umur ini terjadi pada tanggal (26/4/2021) lalu.

Kepada wartawan, (5/5/2021) FEN mengisahkan, Saat itu ia dan adiknya MT ke air untuk mandi sekitar pukul 18.00 WITA. Ketika  hendak pulang bertemu dengan FB ( Pelaku)  yang tidak terlalu dikenal.

Tiba-tiba pelaku mengancam keduanya dengan pisau. Dan memaksa kedua kakak beradik ini untuk ikut ke runahnya. Karena takut mereka pun menuruti kemauan pelaku.

“Kami diancam dengan pisau dia bilang kalau tidak ikut dengan dia ke rumahnya maka kami akan dibunuh, akhirnya kami terpaksa ikut karena takut”, ujarnya.

Sesampainya dirumah pelaku, keduanya dikurung dalam kamar kemudian memperkosa FEN dengan tetap mengancam menggunakan pisau.

Pelaku ingin memperkosa MT sang adik tapi FEN memohon agar pelaku melapiaskan nafsu bejadnya hanya kepada dirinya karena adiknya masih berstatus pelajar.

“Dia juga mau perkosa adik saya namun saya tidak mau karna adik masih sekolah. Jadi kalau mau perkosa saya saja”, tuturnya.

Pelaku mengancam, akan membunuh k jika kedua korban menceritakan kejadian itu kepada orang lain.

” Dia mengancam akan bunuh kami, dia bilang kejadian tersebut tidak boleh diberitahukan kepada siapapun jika tidak ingin dibunuh,” imbuhnya.

Saat mereka kembali ke rumah, FEN dalam keadaan lemah dan ketakutan. Setiba di rumah mereka tidak menceritakan kejadian tersebut mungkin karena diancam.

Sementara itu Sang ibu Martha Kase yang mendampingi mereka mengatakan, pihak keluarga sempat berkumpul karena mengira kedua anak tersebut hilang.

Karena curiga dirinya melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Ia menambahkan, bersama Polisi  kedua korban sudah melakukan visum di RSUD Soe.

” sudah di Visum,” jelasnya.

Kepala Desa Oni

Sementara itu Kepala Desa Oni, Charles Hauteas saat dihubungi media ini pada Rabu (05/05/2021) membenarkan kejadian tersebut.

” Ia benar ada kejadian iitu,” ujarnya.

“Untuk sementara kasus ini sudah ditangani pihak Kepolisian sehingga dirinya tidak bisa melakukan mediasi atau mendamaikan mereka.

” Sudah ditangani pihak polis jadi saya tidak bisa urus damai,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan kapolsek Kualin belum dapat dihubungi.



Reporter: Lensantt


Komentar