Beranda Hukum & Kriminal Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian, Prof. Henuk Akhirnya Meminta Maaf 

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian, Prof. Henuk Akhirnya Meminta Maaf 

389
0

Foto : Kuasa Hukum Pemuda Adven, Tommy Jacob, SH

KUPANG, Flobamora-news.com – Profesor Yusuf Leonard Henuk akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Utara. Pasalnya Yusuf dilaporkan oleh pemuda adven terkait ujaran kebencian melalui media sosial pada, Senin (7/1/2019). Setelah ditetapkan jadi tersangka, akhirnya ia memilih meminta maaf kepada seluruh jemaat gereja adven di Nusa Tenggara Timur melalui media massa. Permintaan maaf ini tentunya akan menjadi bahan pertimbangan, namun bukan berarti pihaknya langsung mencabut laporan polisi. Hal ini disampaikan oleh Kuasa Hukum pemuda Adven Tommy Jacob S.H. pada, Selasa (21/4/2020).

Menurut Tommy, kami mengapresiasi niat baik dari Profesor Henuk yang telah meminta maaf. Artinya profesor secara rendah hati mengakui perbuatannya dan kami sangat menghargai. Pihaknya membuka pintu maaf dan bisa mencabut laporan polisi, jika dalam proses mediasi, ditemukan solusi damai. Kami berharap, agar dengan proses ini, terlapor tidak akan mengulangi perbuatanya yang serupa lagi di hari-hari mendatang.

“Dalam proses mediasi itu, nantinya akan dibuat surat pernyataan damai, surat itu, menjadi salah satu syarat pencabutan laoporan polisi,” katanya.

Dijelaskannya, dalam surat permintaan maafnya, prof Henuk akan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besaranya kepada seluruh jemaat dan pimpinan gereja advent hari ke tujuh di Indonesia dan seluruh dunia terkait postinganya di media sosial facebook dan twiter pada 2 Januari 2019 lalu. dan berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama pada denominasi manapun. Apabila mengulanginya, ia siap dihukum sesuai undang-undnag yang berlaku.

Kasus Profesor Henuk ini, sebelumnya ditangani Polda NTT, kemudian dilimpahkan ke Polda Sumatera Utara, karena Henuk saat ini menetap di Medan, Sumatera Utara. Prof Henuk kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Januari 2020 sesuai SP2HP yang diterima pelapor.

Sebelumnya, pemuda Adven melaporkan akun Facebook dan twiter atas nama Profesor Yusuf Henuk, di Polda NTT, Senin, (7/1/2019). Postingan Profesor Yusuf Hanuk dianggap telah menista agama kristen.

Koordinator Pemuda Adven, Epy Manu (23), mengatakan, postingan Profesor Yusuf Hanuk di akun Facebook dan twiternya pada 2 januari lalu, dianggap telah menista agama Kristen. Dalam postingannya, ia menyebut, ajaran gereja adven bukan masuk agama Kristen. Namun pada kenyataannya, adven masuk dalam ajaran Kristen. Postingan itu berbau profovokasi, karena jelas terlihat, dibagian akhir postingannnya, ia mengajak pengguna media sosial untuk turut menyebarkan atau membagikannya.

“Kita laporkan dia atas dasar ujaran kebencian,” katanya.

“Tulisan profesor itu menimbulkan provokasi dan menimbulkan perpecahan di masyarakat. NTT, memilki toleransi yang tinggi, jangan lagi diadu domba dengan postingan-postingan provokasi berbau agama, yang nantinya akan terjadi perpecahan,” ujarnya.(Dian/Kumparan)


Reporter: Dian T


Komentar