Beranda Kesehatan DPRD Belu Tuai Keluhan Saat Sidak ke Posko Covid-19

DPRD Belu Tuai Keluhan Saat Sidak ke Posko Covid-19

1041
0
Para Anggota DPRD Belu lakukan Sidak ke Posko Covid-19 di Teun, Selasa (28/4/2020)

Belu, Flobamora-news.com – Sejumlah anggota DPRD Belu menuai keluhan saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Posko Pencegahan Covid yang dua pintu masuk Kabupaten Belu pada, Selasa (28/4/2020). Sidak itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para petugas di dua Posko yaitu Posko Teun, dan Posko Motamaro.

Sidak tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Belu, Yohanes Jefry Nahak dan Wakil Ketua II, Cyprianus Temu didampingi sejumlah Anggota DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa, Benedictus Manek, Yakobus Nahak, Yunius Tae Bere dan Januaria A. Walde Berek.

Saat melakukan diskusi langsung dengan para petugas, para wakil rakyat itu menanyakan kondisi petugas di Posko, fasilitas, dan mekanisme pelaksanaan proses pencegahan dalam menjalankan tugas. Sudah barang tentu, para wakil rakyat mengharapkan sebuah perasaan kepuasan muncul dari ungkapan para petugas. Akan tetapi, bukan ungkapan kepuasan yang didapatkan, melainkan keluhan yang mereka terima.

Seperti di Posko Teun, Perbatasan Kabupaten Belu-Malaka. Para petugas mengeluhkan soal tidak adanya keamanan kesehatan bagi mereka karena para petugas tidak dilengkapi APD yang memadai. Mereka hanya dibekali masker. Sedangkan bagi para petugas medis hanya diberikan masker, kaca mata, dan sarung tangan. Selain itu, para petugas medis pun tidak dibuatkan sebuah tepat khusus seperti pembatas saat melakukan Rapites dengan para pelaku perjalanan.

Para petugas di Posko Teun pun mengeluhkan soal makan dan minum para petugas. Dikatakan, sejak Posko Teun mulai diaktifkan pada hari Sabtu (25/4/2020) lalu, para petugas hanya diberi makan dan minum sekali sehari. Itu pun diantar langsung dari Atambua dan baru tiba di posko sekitar pukul 14.00 Wita.

Karena kehausan dan kelaparan, akibatnya, alat penyemprot disinfektan yang disediakan oleh Pemda tak digunakan oleh para petugas karena dirasa terlalu berat, apalagi di siang hari. Keran itu, mereka menggantinya dengan alat penyemprot sederhana yang biasa digunakan untuk menyemprot pakaian saat menyetrika baju.

“Karena melihat para petugas kelaparan, maka kami dari Pemerintah Desa bersama masyarakat berinisiatif untuk merebus pisang untuk diberikan kepada para petugas. Kami kasihan dengan mereka,” keluh Kepala Desa Teun kepada para wakil rakyat.

Kendati para petugas telah dibagi dalam dua shif yaitu dari pukul 08.00 Wita – 14.00 Wita dan 14.00 Wita – 20.00 Wita, akan tetapi, para petugas merasa kelelahan dalam menjalankan tugasnya, apalagi tidak diimbangi dengan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

Pemerintah Desa Teun pun merasa diabaikan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Belu dalam hal penjagaan Posko. Padahal, jika melihat tenaga di lapangan yang sangat kurang, perl ditambah beberapa orang lagi sebagai tim peduli guna membantu tugas para tim Posko. Akan tetapi, mereka sama sekali tidak dimasukkan dalam Tim yang sudah ditentukan oleh Tim Gugus Tugas Kabupaten Belu.

Hal senada juga dikeluhkan oleh para petugas yang berada di Posko Motamaro, Desa Tasain. Dkatakan bahwa Posko Motamaro beroperasi selama 24 jam. Pergantian shif pun dibuat dua kali yaitu mulai dari pukul 08.00 Wita – 20.00 Wita dan 20.00 Wita – 08.00 Wita.

Walau posko ini beroperasi selama 24 jam, namun mereka hanya diberikan 2 kali makan. Itu pun diantar dari Atambua.

Selain itu, kurang lengkapnya APD yang diberikan bagi para petugas, membuat mereka merasa tidak aman dalam menjalankan tugas.

Di hadapan para petugas dan awak media, Wakil Ketua I DPRD Belu, Yohanes Jefry Nahak mengungkapkan bahwa beberapa saat lalu dirinya sempat berbincang dengan Bupati Belu, Willybrodus Lay. Saat itu, Bupati Belu meminta kepada Kasat Pol PP untuk mendata kebuthan makan minum para petugas posko per hari beserta akomodasinya. Setelah mendata semua kebutuhan, maka uang konsumsi dan akomodasi ditotalkan selama dua minggu dan langsung diberikan kepada para koordinator petugas.

Akan tetapi, perintah itu, tak dijalankan. Akibatnya, para petugas posko merasa kewalahan dalam menjalankan tugasnya.

Menanggapi itu, Wakil Ketua II DPRD Bele, Cypri Temu meminta agar Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Belu jangan menjadikan pandemi Covid sebagai proyek untuk meraup keuntungan.

“Jangan jadikan ini sebuah proyek. Ini masalah sosial. Besok kami akan lakuakn sidak ke Posko Ainiba. Setelah itu, kami akan langsung pergi menemui Bupati untuk menyampaikan apa yang sudah menjadi keluhan para petugas di Posko,” tegas Cypri Temu.

Menurutnya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Belu seharusnya langsung memberikan uang kepada koordinator posko untuk dapat diolah dan diberikan kepada para petugas yang berada di posko. “Masa hanya makanan saja harus dibawa dari Atambua? Kita lihat, di dekat Posko Motamaro ada warung makan. Kenapa harus disediakan dari Atambua? Ini tidak masuk akal,” tandasnya.

Cypri Berharap agar setelah merangkum semua keluhan dari para petugas posko dan setelah menemui Bupati Belu, maka Tim Gugus Tugas Covid-19 dapat segera mengevaluasi diri dan memperbaiki sistem kerja yang selama ini sudah dibuat sehingga anggaran besar yang sudah siapkan Pemda Belu dapat dengan benar disalurkan sampai ke tingkat bawah.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar